POJOKSATU.id, PANYABUNGAN—Tim survei dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) turun ke Simpang Tambangan, Jumat (4/9).

Kedatangan Tim Survei ini terkait rencana pembangunan jalan antara Simpang Tambangan menuju Sabarimbahan sepanjang 472 meter yang direncanakan akan dilaksanakan tahun ini.

Tim Survei yang terdiri dari tiga orang ini terlihat mengukur jalan baik lebar maupun panjangnya.

Tim Survei Dinas PUPR ini terlihat didampingin Camat Tambangan Bahren Daulay dan beberapa pegawai dari kecamatan.

Camat Tambangan Bahren Daulay kepada Pojoksatu.id, Jumat (4/9) menerangkan, pembangunan jalan ini telah lama dinantikan masyarakat di seberang Tambangan. Jalan telah lama rusak parah.

“Kedatangan Tim Survei kami sambut baik. Pembangunan jalan ini sudah lama dinantikan masyarakat. Masyarakat sangat terganggu dengan kondisi jalan yang rusak parah,” jelasnya.

Menurut Camat, ada tujuh desa yang melintasi jalan ini dengan ribuan warga. Kondisi jalan yang rusak selalu dikeluhkan disebabkan banyak batu-batu dan air di jalan yang dilintasi masyarakat.

“Dengan datangnya tim survei, kami berharap segera bisa dibangun tahun 2026 ini,” ujarnya.

Selain membangun jalan, Camat juga berharapa Dinas PUPR Madina ikut membangun dek penahanan dan parit jalan di beberapa lokasi.

Dek dan parit ini penting untuk menjaga kualitas aspal jalan dan juga untuk menjaga rumah warga yang terdampak pembangunan jalan.

Menurut Camat, tidak ada lagi kendala terkait pembangunan jalan ini, rumah dan lahan warga yang terdampak sudah mereka hubungi atau koordinasikan.

Pantauan wartawan di lokasi, petugas survei terlihat mengukur jalan dan juga bahu jalan serta memperhatikan tanah warga yang terdampak.

Beberapa kali juga Tim Survei terlihat berdiskusi dengan Camat Tambangan mengenai parit jalan dan pembangunan dek penahanan bagi lahan atau tanah warga yang terdampak rencana pembangunan.

Diketahui ada tujuh desa yang melintasi jalan ini antara lain Tambangan Jae, Tambangan Tonga, Tambangan Pasoman, Simangambat, Rao-rao Dolok, Rao-rao Lombang dan Panjaringan.***