POJOKSATU.id, PANYABUNGAN -- Calon Bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution, memastikan timnya akan mengumpulkan data dugaan intimidasi oknum ASN ke warga terkait Pilkada Madina.
Harun Mustafa Nasution memastikan timnya akan melakukan pengumpulan bukti yang akurat untuk dilaporkan ke Bawaslu terkait dugaan keterlibatan oknum ASN yang melakukan intimidasi ke warga.
Dia menilai Pemilihan Kepala Daerah di Madina semestinya riang gembira dan jangan dikotori dengan intimidasi.
Baca Juga: Prabowo Gercep Umumkan Susunan Kabinet Merah Putih, Pengamat : Langsung Tancap Gaspol Kerja
"Adanya oknum-oknum pemerintah yang melakukan intimidasi ke warga dan kampanye diam-diam oknum oknum pegawai itu jelas membuat pesta demokrasi tidak lagi riang gembira," tegas Harun Nasution di Posko Partai Gerindra Madina, Jalan Willem Iskander, Desa Gunung Tua, Kecamatan Panyabungan, Minggu (20/10/2024).
Atas kejadian ini, dia berharap ada tindakan dari pimpinan DPRD Madina dan partai pengusung dari paslon 01, agar hal ini menjadi perhatian bersama.
Ketua Partai Gerindra Madina Erwin Efendi Lubis mengatakan, semestinya tidak boleh ada intimidasi dari pihak manapun karena ini adalah kontestasi yang ilegal dan tidak boleh ada yang merasa lebih hebat.
” Kalau paslonnya merasa hebat, tunjukkan saja ide dan gagasan yang hebat, kontestasi kan hanya dua, harusnya bermain fair, jangan black campaign, lempar batu sembunyi tangan," kata Erwin Lubis.
Ia dan tim akan melakukan perlawanan dengan mengawal proses pengaduan tim 01 ke Bawaslu Madina.
Sementara itu, Sobir Lubis, mantan Anggota KPU Madina mengatakan netralitas ASN adalah prinsip yang mengharuskan ASN untuk tidak berpihak kepada partai politik atau calon tertentu dalam setiap proses pemilihan umum, termasuk Pilkada.
” Netralitas ini penting untuk menjaga profesionalisme dan integritas ASN sebagai pelayan publik yang bekerja untuk kepentingan seluruh masyarakat tanpa diskriminasi, ” jelas Sobir Lubis politisi Golkar ini.***

