POJOKSATU.id, SUMUT - Sumatera Utara (Sumut) memiliki 33 kabupaten dan kota, maka pantas menjadi provinsi terbesar keempat di Indonesia.
Sumut memiliki wilayah yang cukup luas, sehingga perjalanan dari satu daerah ke daerah lain dengan menggunakan transportasi darat akan memakan waktu yang lama.
Untuk mempersingkat waktu, transportasi udara menjadi salah satu pilihan yang tepat.
Selain Bandara Kualanamu Internasional Airport yang ada di Deli Serdang, Sumut memiliki 7 bandara lainnya yang jarang terekspose. Bahkan sebagian besar bandara tersebut sudah ada sejak lama.
Baca Juga: Wali Kota Bobby Nasution Dukung Kementrian PUPR Menata Kawasan Medan Belawan Bahari
Berikut daftar bandara yang terdapat di Provinsi Sumatera Utara:
1. Bandara Internasional Sisimangaraja XII
Dulunya bandara ini diberi nama Bandara Silangit. Terletak di Siborong-borong Tapanuli Utara. Bandara ini pertama kali dibangun oleh Jepang pada 1944.
Pada 1955 Pemerintah Indonesia mulai melakukan pengembangan bandara ini secara bertahap. Bandara ini dipersiapkan untuk mempercepat waktu para wisatawan yang ingin ke Danau Toba.
Pada tanggal 18 Januari 2011, Bandara Sisingamangaraja XII ini didatangi oleh Presiden RI beserta rombongan yang menggunakan pesawat Boeing 737-500. Dengan kedatangan Presiden tersebut, dinyatakanlah bahwa Bandara Silangit telah sanggup melayani pesawat sekelas B737.
2. Bandara Sibisa
Bandara ini terletak di Ajibata Kabupaten Toba Samosir. Lokasi bandara ini persis di tepian Danau Toba. Jarak dari Kota Parapat ke bandara ini sekitar 10 kilometer sehingga cukup dekat untuk akses ke destinasi wisata Danau Toba.
Bandar udara ini telah berdiri sejak 1977 era Presiden Soeharto, dan resmi beroperasi pertama kali tanggal 15 November 2006 dan diikuti dengan dimulainya penerbangan perdana Susi Air rute Medan-Sibisa.
Namun saat ini bandara ini tidak lagi beroperasi karena dalam proses renovasi pengembangan bandara. Bandara Sibisa ini akan berkolaborasi dengan Bandara Sisimangaraja untuk menerima pesawat kecil dengan kapasitas ATR 72, sedangkan Bandara Sisimangaraja dirancang untuk menerima pesawat komersil seperti Boeing dan Airbus.
Baca Juga: BPS Mencatat Jumlah Penduduk Miskin di Sumut Turun dalam Tiga Tahun Terakhir
3. Bandara Binaka
Sebagai daerah kepulauan yang terpisah dari Pulau Sumatera, Kepulauan Nias juga memiliki bandara. Pasalnya, jika menggunakan kapal laut dari Kota Sibolga memerlukan waktu 1,5 hari. Sementara Sibolga-Medan harus ditempuh setengah hari melalui jalan darat.
Dengan adanya bandara ini, maka pesawat kecil dari Bandara Internasional Kualanamu menuju Kota Gunung Sitoli, Nias hanya perlu waktu 30-45 menit saja. Bagi masyarakat yang ingin menghemat waktu, tentu transportasi udara ini solusinya.
Bandara Binaka ini pun berpotensi berkembang seiring waktu mengingat perekonomian di Gunung Sitoli yang semakin baik setiap tahun.
Baca Juga: Laju Pertumbuhan Ekonomi Jabar Tertinggi di Pulau Jawa
4. Bandara Lasondre
Bandar Udara Lasondre adalah bandar udara yang terletak di ujung utara Pulau Tanamasa, Kecamatan Pulau-pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan. Bandara ini merupakan bandara spoke (pengumpan) dan pusat bencana yang memiliki luas kurang leih 58 hektare.
Bandara ini beroperasi dari pukul 08.00 hingga pukul 14.00 waktu lokal dan pada saat–saat tertentu dapat beroperasi apabila dibutuhkan.
Karena berada salah satu gugusan kepulauan yakni pulau–pulau batu yang terdiri dari 101 pulau, maka penumpang harus menggunakan angkutan laut terlebih dahulu dari Pulau Tello menuju Lasondre, kurang lebih 20 menit.
Baca Juga: Sempat Pulangkan Tersangka KDRT hingga Viral, Kapolres Tangsel Minta Maaf
Hal ini tentu akan memakan waktu, namun cara ini masih tetap ditempuh mengingat minimnya pesawat yang beroperasi di Bandara Udara Lasondre.
5. Bandara Aek Godang
Bandara Aek Godang berada di Kabupaten Padang Lawas Utara. Pembangunan bandara ini memang dirasakan penting, mengingat jarak tempuh dari Kota Medan ke Kabupaten ini membutuhkan waktu kurang lebih 10-11 jam perjalanan darat. Dan tidak ada jalur kereta api.
Bandara ini merupakan pintu masuk ke Tapanuli Bagian Selatan yang meliputi Padanglawas Utara, Padanglawas, Tapanuli Selatan, dan Kota Padangsidimpuan. Pembangunan bandara dimulai pada 1978 semasa Gubernur Sumatra Utara dijabat Marah Halim Harahap.
Baca Juga: Teknik Aman Jika Terjatuh dari Sepeda Motor
Maskapai yang memakai bandara ini dengan rute ke dan dari Kualanamu melayani pesawat berjenis twin turboprop seperti ATR 72-500 dan ATR 72-600 yang dioperasikan maskapai Citilink dan Wings Air.
6. Bandara Dr Ferdinand Lumban Tobing
Berada di Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah. Bandara ini merupakan bandara kelas 3, dan sudah bisa menerima pesawat ATR 72 yang merupakan pesawat penumpang kelas medium.
Nama Ferdinand Lumban Tobing atau FL Tobing dan bandara ini memang tidak terpisahkan. Pasalnya, peran FL Tobing pada awal pembangunan bandara di Pinangsori pada masa perang kemerdekaan begitu penting.
Itulah sebab namanya ditabalkan jadi nama bandara yang memiliki luas areal bandara 183,03 hektare ini. Bandara yang satu ini menjadi solusi bagi masyarakat, karena jarak yang cukup jauh ke Kota Medan.
7. Pangkalan Udara Soewondo
Bandar udara ini terletak sekitar 2 km dari pusat Kota Medan, tepatnya di Medan Polonia. Sebelumnya bandara ini merupakan bandar udara internasional yang melayani penerbangan ke kota-kota besar di Indonesia maupun internasional.
Nama bandar udara ini sebelumnya Bandara Polonia dan diubah menjadi Pangkalan Udara Soewondo yang diresmikan pada tahun 2013.
Akhirnya penerbangan untuk sipil dialihkan ke Bandara Internasional Kualanamu seiring dengan penutupan bandara ini untuk masyarakat umum. Saat ini bandara ini menjadi pangkalan udara untuk TNI Angkatan Udara Indonesia.***
Baca Juga: Dewi Perssik Ungkit Masa Lalu Pernikahannya, Sebut Mantan Suami Penyuka Sesama Jenis dan Pelaku KDRT

