POJOKSATU.id, PANYABUNGAN—Oknum inisial P mau coba-coba mengoperasikan kembali Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kotanopan, Mandailing Natal (Madina) dengan memasukkan alat berat atau eskavator.
Namun aksi ini ketahuan Polsek Kotanopan. Atas upaya coba-coba kembali operasikan PETI ini, oknum inisial P di wilayah Kotanopan diharapkan segera diamankan pihak kepolisian.
Pengamat hukum dari Universitas Panca Budi Medan, Rediyanto Sidi Jambak, kepada wartawan, Minggu (24/03/2024) via WhatsApp (WA) meminta polisi menertibkan PETI Kotanopan.
Baca Juga: Mudik Gratis TNI AL Rute Jakarta ke Semarang dan Surabaya, Tak Ada ke Sumatera dan Sulawesi
Menurut Rediyanto, sikap yang ditunjukkan oleh oknum inisial P dengan diduga kuat mencoba kembali mengoperasikan aktifitas PETI di Kotanopan sangat berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan lingkungan.
"Penertiban PETI harus dilakukan. Apalagi kegiatan tersebut sudah pasti tak memiliki izin. Penegakan hukum harus dilakukan, para pelaku yang diduga berinisial P seharusnya segera diperiksa dan diamankan oleh pihak polisi," ungkap Dosen S2 Universitas Panca Budi ini melalui WhatsApp, Minggu (24/3/2024).
Rediyanto menilai sikap oknum P ini sendiri seolah-olah mengecilkan pihak kepolisian.
Baca Juga: Doa Hari ke-14 Bulan Ramadhan, Kebodohan Bisa Menjadi Malapetaka dan Bencana Kesesatan
Dengan mencoba-coba untuk berusaha melakukan tindakan ilegal dan terus berusaha melakukan pemaksaan atas keinginannya.
"Pihak Kepolisian di Madina kita apresiasi karena pegang komitmen berantas PETI. Namun pelaku seperti P wajib segera diperiksa dan diamankan. Apalagi dengan adanya informasi P beberapa kali berusaha ingin memasukkan alat berat lagi," jelas Rediyanto.
Bahkan dia pun mengatakan, jika memang oknum P ini ingin mendapatkan hasil dari pertambangan, maka dirinya harus mengurus semua perizinan dan peraturan yang berlaku.
Akibat dari tambang ini, baik galian maupun limbahnya, akan memberikan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.
"Harus dikaji dampaknya. Maka itu jika P ingin menambang, harus sesuai dengan peraturan dan perundang-undang," tegasnya.
Dia berharap masyarakat di Kecamatan Kotanopan untuk kompak dan bersama-sama menjaga lingkungan.
Dirinya berharap, jangan karena keuntungan yang sedikit. Masa depan serta lingkungan akan rusak.
"Keuntungan tambang menggunakan alat berat itu siapa yang merasakan? Masyarakat atau pengusahanya. Sudahlah, masyarakat harus kompak jaga lingkungan,” ujarnya.
“Kasihan anak cucu kita nanti, jika lingkungan kita rusak," ungkapnya lagi.
Sementara itu, KBO Satreskrim Polres Madina, Ipda Bagus Seto yang dikonfirmasi terkait dugaan aktivitas PETI di Kecamatan Kotanopan menyatakan hingga Sabtu (23/3/2024) malam, tidak ada kegiatan PETI lagi yang terlihat.
"Wa’alaikumsalam nihil bang, sudah dicek Kanit Reskrim Polsek," tulisnya membalas pesan WhatsApp, Sabtu (23/3/2024) malam kemaren.***


