POJOKSATU.id, MEDAN-Komite Disiplin (Komdis) PSSI telah mengeluarkan sanksi terhadap Wakil Presiden Klub Persiraja Banda Aceh, Iswahyudi. Ini setelah dia terbukti memprovokasi yang memicu kericuhan lawan PSMS Medan, pekan lalu.
Sanksi itu disampaikan lewat salinan putusan Komdis PSSI yang diterbitkan, Selasa, 21 November 2022. Iswahyudi dinyatakan bersalah karena provokasinya pemicu pelemparan botol di stadion usai laga Persiraja kontra PSMS, di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu, 18 November 2023.
Pada salinan putusan Komdis PSSI itu, pria yang akrab disapa Yudi Cot Ara itu juga disebut terlibat keributan dengan ofisial PSMS Medan sehingga ofisial Persiraja lainnya serta penonton terprovokasi.
"...dimana ofisial Tim Persiraja Aceh Sdr Iswahyudi melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2023 karena terlibat keributan dengan ofisial PSMS Medan sehingga ofisial lainnya terprovokasi dan diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin," demikian kutipan Keputusan Komite Disiplin PSSI Pegadaian Liga 2 2023/2024 itu.
Pada sidang Komdis yang diketuai Eko Hendro Prasetyo serta wakil Asep Edwin Firdaus, Selasa (21/11/2023) itu, Iswahyudi, diputus bersalah dengan sanksi larangan berpartisipasi dalam pertandingan sebanyak dua pertandingan, setelah laga Persiraja vs PSMS.
Dia juga dikenakan denda sebesar Rp37,5 juta. Setelah keputusan itu keluar, Iswahyudi diizinkan untuk mengajukan banding atas sanksi tersebut.
"Pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat. Terhadap keputusan ini dapat diajukan banding sesuai dengan Pasal 119 Kode Disiplin PSSI," demikian lanjutan isi surat yang ditandatangani Ketua Komdis PSSI, Eko Hendro Prasetyo itu.
Sidang itu juga dihadiri tiga anggota Komdis PSSI yang merupakan nama-nama familiar di sepakbola seperti Hasani Abdulgani, M Nigara, dan Aji Riduan Mas.
Seperti diketahui, dari rekaman pertandingan yang beredar, usai wasit meniup peluit panjang tanda laga Persiraja vs PSMS Medan berakhir dengan skor 0-0 itu, Iswahyudi terlihat berlari ke arah bench pemain PSMS Medan.
Dia juga menunjuk-nunjuk seseorang di antara kerumunan pemain dan ofisial PSMS tersebut. Aksinya itu memantik reaksi ofisial Persiraja lainnya dan penonton yang langsung menghujani pemain dan ofisial PSMS Medan dengan lemparan botol air minum dan benda lain.
Bahkan aksi anarkistis penonton berlanjut dengan mangadang pintu keluar PSMS dari stadion sehingga membuat tim serta ofisial tertahan hingga tiga jam di dalam stadion. Pemain dan ofisial PSMS Medan baru bisa keluar dari stadion Minggu dinihari, 19 November 2023 pukul 01.05 WIB, dengan pengawalan kepolisian.
Wapres Persiraja ini juga dituding telah memukul pemain PSMS Rachmad Hidayat di ruang ganti. ***
