POJOKSATU. id- BYD Indonesia menghadirkan BYD DM Technology Roadshow di Medan, Sumatera Utara (Sumut), setelah sebelumnya sukses memperkenalkan teknologi Dual Mode (DM) di Jakarta.
Kegiatan yang dilangsungkan mulai Selasa, 2 Juni 2026 ini menjadi bagian dari upaya BYD memperluas pengalaman teknologi elektrifikasi kepada masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
Melalui roadshow ini, sekira 26 peserta dari awak media diajak merasakan langsung performa teknologi BYD DM dalam berbagai kondisi perjalanan, mulai dari kawasan perkotaan, jalur antar kota, hingga medan dataran tinggi dengan tanjakan dan jalan berliku yang menjadi karakter khas Sumatera Utara.
Sumut dipilih karena merepresentasikan beragam karakter mobilitas di Indonesia. Selain perjalanan perkotaan, wilayah ini memiliki jalur antar kota, kawasan pedesaan, hingga rute dengan elevasi tinggi dan kontur jalan yang dinamis.
Baca Juga: Striker Swiss Terancam Absen Awal Piala Dunia 2026, Izin Masuk AS Bermasalah
Dalam kegiatan tersebut, peserta menempuh perjalanan dari BYD Arista Cemara Medan menuju Berastagi dan Gundaling Farmstead, kemudian melanjutkan eksplorasi ke Pancur Batu sebelum kembali ke pusat Kota Medan.
Total jarak tempuh mencapai sekira 150 kilometer dengan durasi perjalanan sekitar enam jam.
Rute tersebut dirancang untuk menunjukkan kemampuan teknologi BYD DM dalam beradaptasi pada berbagai kondisi jalan sekaligus membuktikan keseimbangan antara efisiensi energi, fleksibilitas perjalanan jarak jauh, dan kenyamanan berkendara.
Sepanjang perjalanan, peserta dapat merasakan bagaimana teknologi DM mampu menjawab kebutuhan mobilitas modern, mulai dari efisiensi energi untuk penggunaan harian hingga fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.
Baca Juga: 50 Contoh Soal Bahasa Inggris Kelas 7 Semester 1 dan 2 Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan
Teknologi ini juga menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih tenang melalui kombinasi sistem elektrifikasi dan mesin yang bekerja secara cerdas sesuai kebutuhan perjalanan.
President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan BYD yang hadir di Indonesia sejak 2024 terus mengambil peran dalam mendorong perkembangan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV).
"Dengan membawa semangat yang sama, kami memperkenalkan teknologi Dual Mode untuk kembali membuka babak baru pasar NEV di Indonesia," ujarnya, Rabu, 3 Juni 2026.
Dia mengatakan, BYD melihat momentum pertumbuhan elektrifikasi yang sangat positif tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumut yang menunjukkan perkembangan yang sangat menjanjikan.
Baca Juga: Messi hingga Ronaldo, 10 Pemaian Bintang yang Diprediksi Pensiun Usai Piala Dunia 2026
Eagle Zhao menambahkan, dalam dua tahun terakhir pertumbuhan kendaraan listrik di Sumut meningkat signifikan dan BYD menjadi salah satu pendorong percepatan adopsi kendaraan energi baru di wilayah tersebut.
Menurut Eagle, saat ini lebih dari 90.000 kendaraan listrik BYD telah digunakan masyarakat Indonesia. Sementara di Pulau Sumatera, jumlah pengguna kendaraan BYD dan DENZA telah melampaui 2.500 unit.
"Momentum ini menunjukkan semakin tingginya penerimaan masyarakat terhadap kendaraan energi baru," katanya.
Untuk menjawab kebutuhan mobilitas yang semakin beragam, BYD resmi menghadirkan teknologi Dual Mode (DM) di Indonesia pada Mei 2026.
Baca Juga: KDM Serahkan Kadeudeuh Rp1 Miliar untuk Persib Bandung Usai Raih Hattrick Juara
Teknologi DM merupakan kombinasi EV dan Hybrid yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara berorientasi kendaraan listrik dengan fleksibilitas lebih tinggi.
Teknologi ini memungkinkan pengguna mendapatkan manfaat elektrifikasi sekaligus kenyamanan untuk perjalanan jarak jauh dengan biaya operasional yang lebih efisien.
Eagle menilai Sumatera Utara memiliki potensi strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan NEV di Indonesia. Karena itu, BYD ingin membawa inovasi dan teknologi yang lebih dekat kepada masyarakat Medan dan sekitarnya.
"Kami ingin menghadirkan solusi mobilitas yang dapat melengkapi pertumbuhan pasar NEV yang saat ini berkembang positif agar semakin meluas dan inklusif. Teknologi ini menawarkan fleksibilitas, efisiensi, serta biaya operasional yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia," ujarnya.
Selain itu, teknologi BYD DM didukung sistem manajemen energi cerdas yang mampu mengatur distribusi tenaga secara optimal sesuai kebutuhan perjalanan.
Teknologi ini juga diperkuat Blade Battery milik BYD yang dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi penggunaan, termasuk iklim tropis dengan suhu dan kelembapan tinggi seperti di Indonesia.
BYD menyebut teknologi DM generasi terbaru mampu menghasilkan konsumsi bahan bakar hingga 65 kilometer per liter. Efisiensi tersebut dipadukan dengan fleksibilitas perjalanan, sehingga cocok digunakan untuk mobilitas harian di perkotaan maupun perjalanan jarak jauh lintas kota.
Sementara itu, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan tingginya penerimaan masyarakat terhadap kendaraan BYD dan DENZA di Sumut menjadi momentum untuk memperluas pemahaman mengenai teknologi kendaraan energi baru.
Baca Juga: Kalender LIBUR Juni 2026 Lengkap dengan Tanggal Merah, Hari Besar Nasional, dan Long Weekend
"Kami menghadirkan teknologi BYD DM di Medan agar masyarakat dapat merasakan langsung bagaimana flexible powertrain BYD bekerja dalam berbagai kondisi perjalanan yang dekat dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari," kata Luther.
Menurutnya, pengenalan teknologi elektrifikasi tidak cukup hanya melalui spesifikasi produk, tetapi juga perlu dibuktikan melalui pengalaman berkendara secara langsung.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bagaimana teknologi BYD DM mampu beradaptasi secara optimal dalam berbagai situasi perjalanan masyarakat Indonesia sekaligus menghadirkan solusi mobilitas yang efisien, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan pengguna," pungkasnya. ***

