POJOKSATU.ID - Tekan angka putus sekolah khusus di jenjang SD dan SMP, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas atau Rico Waas menebus 168 Ijazah.
Program Pemerintah Kota (Pemko) Medan ini, menargetkan 400 siswa mendapatkan Ijazah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Pada tahap awal, ada 168 Ijazah yang lama tertahan di sekolah akibat tunggakan biaya pendidikan, telah diberikan kepada masyarakat Medan.
Adapun 168 Ijazah itu terdiri atas 37 ijazah SD dan 131 SMP.
Baca Juga: Kata Kampus soal Kasus Mahasiswi UPM Probolinggo Dilecehkan Oknum Dosen: Kalau Ada Bukti…
“Program ini merupakan bentuk perhatian Bapak Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas terhadap anak-anak yang tidak bisa melanjutkan pendidikan atau mencari kerja karena ijazahnya tertahan. Ini bagian dari upaya mendorong akses pendidikan yang lebih adil,” ujar Plt. Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Prayogi, Jumat (25/7/2025).
Program ini menyasar siswa lulusan sekolah swasta yang ijazahnya tertahan karena belum mampu membayar biaya pendidikan.
Sekolah negeri tidak termasuk dalam program ini karena tidak mengenakan pungutan biaya.
Baca Juga: Pemkab Madina Sikapi Perintah Bayar Rp1,6 M, Jika Uangnya Tak Ada di Kas Berarti Dikorupsi Oknum
Menurut Prayogi, pendataan awal menunjukkan terdapat lebih dari 4.000 lulusan SD dan SMP di Kota Medan yang ijazahnya belum diambil, sebagian bahkan sejak tahun 2008 hingga 2024.
Namun, karena keterbatasan anggaran, Pemko Medan menetapkan kuota bantuan untuk 400 siswa pada tahun 2025, dengan bantuan maksimal Rp2,5 juta per orang untuk melunasi tunggakan.
Data calon penerima kemudian diverifikasi melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) oleh Dinas Sosial Kota Medan.
Dari hasil verifikasi, sekitar 300 hingga 400 siswa memenuhi syarat sebagai penerima bantuan. Namun, siswa dengan tunggakan di atas Rp2,5 juta tidak masuk prioritas tahun ini.
Baca Juga: Honda Pamerkan Rebel 1100 dan New BeAT dengan Warna Baru di GIIAS 2025, Teknologi Makin Canggih!
“Kami prioritaskan mereka yang terdata di DTSEN dan nilai tunggakannya tidak lebih dari Rp2,5 juta, sesuai pagu anggaran,” jelas Prayogi.
Hingga pertengahan Juli, program telah berjalan. Namun, proses tidak selalu berjalan lancar.
Salah satu kendala utama adalah ketidakhadiran orang tua saat diundang untuk pengambilan ijazah.
Baca Juga: Wakil Rektor UPM Probolinggo soal Kasus Penahanan Ijazah Mahasiswa: Tidak Pernah Ditahan
Padahal, kehadiran orang tua penting untuk memastikan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara tepat dan transparan.
“Jika orang tua tidak hadir, maka pihak sekolah dapat menyerahkan ijazah langsung ke rumah siswa dengan ketentuan ada dokumentasi dan tanda tangan berita acara,” ujar Prayogi.
Prayogi menyatakan, Program Tebus Ijazah ditargetkan selesai pada Agustus 2025 dan akan terus berjalan sesuai hasil verifikasi serta kesiapan penerima.
Baca Juga: INGIN CEPAT KERJA? Ini 10 Jurusan Kuliah yang Paling Dicari di Dunia Kerja di 2025
Sebagian besar penerima berasal dari wilayah Medan bagian utara dan kawasan padat penduduk.
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov
“Ini bukan hanya soal administrasi, tapi upaya mengurangi angka putus sekolah dan memastikan anak-anak kita bisa melangkah lebih jauh,” tutup Prayogi. ***

