POJOKSATU.id - Presiden Klub PSMS Medan, Fendi Jonathan, merespon terkait banyaknya sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI untuk tim berjuluk Ayam Kinantan selama Putaran I Pegadaian Championship musim 2025/2026.
Sepanjang putaran I tim, PSMS menerima 11 sanksi Komdis PSSI. Dimana, sebagian besar berkaitan dengan dinamika di tribun penonton dan perilaku suporter yang dinilai melewati batas aturan.
Fendi Jonathan mengatakan PSMS menerima putusan Komdis PSSI. Dia menekankan perkara ini harus menjadi pembelajaran semua pihak, agar tidak terjadi lagi.
Dia menegaskan bahwa seluruh pihak harus mengambil hikmah dari situasi ini. Ia berharap dukungan tetap mengalir, namun dengan cara yang lebih positif.
“Sanksi ini harus jadi pembelajaran untuk semuanya. Kita perlu introspeksi, belajar lebih dewasa dan bijak bertindak. Protes boleh, tapi jangan sampai berlebihan hingga mengarah ke tindakan yang merugikan tim,” tegasnya, Senin, 17 November 2025.
Fendi juga memastikan bahwa klub akan berkoordinasi dengan seluruh elemen untuk memperbaiki hal-hal yang menjadi perhatian Komdis, demi kenyamanan laga ke depan.
“Kami percaya suporter PSMS adalah pendukung setia yang mencintai klubnya. Mari kita buktikan dengan dukungan yang tertib dan penuh semangat sportivitas,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, PSMS Medan menjadi salah satu kontestan Liga 2 atau Pegadaian Championship 2025/2026 yang mendapat saksi cukup banyak dari Komdis PSSI.
Sepanjang putaran pertama, tim Ayam Kinantan tercatat menerima sejumlah sanksi, sebagian besar berkaitan dengan dinamika di tribun penonton dan perilaku suporter yang dinilai melewati batas aturan.
Berdasarkan data resmi PSSI, sejak September hingga 4 November 2025, PSMS telah menerima 11 sanksi dengan total denda mencapai Rp212.500.000.
Baca Juga: Kesempatan Emas! Beasiswa Prime Future Academy Siap Antar Peserta ke Singapura dan Malaysia
Angka ini belum termasuk pemantauan terhadap laga terakhir putaran pertama pada 9 November 2025, ketika PSMS bertandang ke markas Bekasi City di Stadion Patriot Candrabhaga.
Salah satu momen dengan konsekuensi terbanyak terjadi ketika PSMS menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Utama Sumatera Utara pada 25 Oktober 2025. Dalam pertandingan itu, Komdis menjatuhkan tiga sanksi untuk PSMS dan satu sanksi untuk tim tamu.
Tak hanya berupa denda, PSMS juga harus menjalani satu laga kandang tanpa penonton. Ketentuan tersebut berlaku saat menjamu PSPS Pekanbaru pada 19 November 2025, menyusul insiden saat PSMS meladeni Garudayaksa FC pada 31 Oktober 2025.
Baca Juga: Wabup Lebak Ngamuk Lihat PKL Berjualan di Luar Area Pasar Semi
Dalam putusan sidang 4 November, Komdis menyebut adanya pelanggaran berupa yel-yel provokatif, pelemparan benda ke lapangan, hingga beberapa penonton memasuki area pertandingan.
“Keputusan: dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak satu pertandingan saat menjadi tuan rumah; denda Rp15.000.000,” demikian tertulis dalam putusan Komdis.
PSMS kemudian menindaklanjuti melalui pengumuman resmi di akun Instagram klub.
Baca Juga: Menteri Keuangan Umumkan Redenominasi Rupiah, Beban ASN dan Pensiunan Ringan Tapi PMK 70 Diterbitkan
“Pertandingan PSMS Medan v PSPS Pekanbaru resmi tanpa kehadiran penonton sesuai dengan sanksi yang diberikan PSSI. Ayo tetap dukung pasukan Ayam Kinantan dimanapun kalian berada,” tulis manajemen pada 17 November 2025. ***
