POJOKSATU.id, PANYABUNGAN--Founder Madina Care, Wadih Al-Rasyid menilai Kapolres Madina dan Kapolsek Kotanopan seperti diuloki atau dikibuli pemain tambang emas ilegal di Kotanopan.

Wadih meminta Kapolres Mandailing Natal (Madina), AKBP Arie Sofandi Paloh untuk segera meletakan jabatannya atau mengundurkan diri sebagai Kapolres Madina.

Wadih menilai Kapolres tidak mampu menertibkan para pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Madina.

Baca Juga: Sosok Umi Hartati, Anggota DPRD OKU Sumsel Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dinas PUPR

Hal ini disampaikan oleh aktivis HMI ini usai mendengar dan mendapatkan info, beberapa pelaku PETI di Kotanopan kembali beraktivitas siang hari.

Wadih menilai reklamasi yang digaungkan oleh Kapolres Madina hanya gimmick.

"Ini Kapolres gaungkan reklamasi, sampai panen jagung segala. Diekspos kemana-mana, eh pelaku PETI-nya mulai main siang-siang. Seolah-olah Kapolsek dan Kapolres buta," jelasnya.

"Lebih baik beliau mundur saja. Daripada terus di 'uloki' (dikibuli) pelaku PETI," tutur Wadih sambil bercanda.

Dirinya sebagai putra Mandailing Natal merasa malu. Karena seorang pemimpin Kepolisian di Madina, setingkat Kapolres seperti dipermainkan oleh para pelaku PETI.

Baca Juga: Kedapatan Nonton Konser aespa saat Libur Wamil, Rumor Jungkook BTS dan Winter Kembali Mencuatnya 

Sehingga Wadih menganggap Kapolres Madina tak pernah serius menertibkan PETI di Madina.

"Sudahlah pemerintah daerahnya terkesan cuek, ini malah APH dipermainkan atau ikut main ?Sejak awal reklamasi kita sudah sampaikan, mereka curi waktu untuk menambang. Tapi selalu diberi ruang dan dibela. Eh, sekarang kita kena tipu," ungkap Wadih.

Wadih pun berharap, Kapolda Sumatera Utara bisa segera mengevaluasi kinerja Kapolres Madina. Khususnya terkait PETI.

Wadih tak ingin bencana banjir bandang dan bencana lain seperti yang terjadi di beberapa daerah sekitaran Madina terjadi di Madina.

"Kapolda harus ambil tindakan cepat. Evaluasi, atau copot sekalian Kapolres Madina. Jangan sampai kelalaian Kapolres salah satu penyebab bencana di Madina nantinya," tutupnya.***