POJOKSATU.id - Bermodal kemenangan lawan Sriwijaya (3-1), PSMS Medan bertekad melanjutkan tren positif pada laga away melawan Persikad Depok di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu siang, 3 Januari 2026.

Bagi PSMS, laga ini sangat penting. Tak hanya soal selisih satu poin dengan tuan rumah Persikad, melainkan juga ancaman manajemen untuk evaluasi besar-besaran usai pertandingan ini, jika hasil tak memuaskan.

Saat ini, PSMS berada di peringkat 7 dengan 17 poin atau satu strip di bawah Persikad yang ada di posisi ke-6 klasemen Grup A (wilayah barat) dengan 18 poin.

Otomatis Ayam Kinantan-julukan PSMS, butuh kemenangan ini untuk memperbaiki posisi di klasemen sekaligus menghempang evaluasi dari manajemen.

Baca Juga: TPG THR dan Gaji 13 Guru 2025 Tidak Cair Serentak, Ini Alasan Resmi dan Saran Menghadapi Keterlambatan

Namun, tentu saja, tekat PSMS untuk memenangkan pertandingan tidak semudah itu. Ya, tuan rumah menunjukkan grafik performa apik sejak melakukan pergantian pelatih.

Tim asuhan Achmad Zulkifli konsisten meraih poin, baik di kandang maupun tandang. Apalagi, bermain di Pakansari yang didukung suporter klub.

Faktor inilah yang menjadi perhatian serius PSMS Medan. Pelatih PSMS Medan, Kas Hartadi, menyadari tantangan berat yang menanti timnya di Bogor.

Apalagi, PSMS berangkat dengan keterbatasan pemain, karena dan akumulasi kartu.

Baca Juga: Keracunan Makanan, Penghuni Kontrakan Berisi Tiga Orang Ditemukan Tewas, 2 Sekarat

“Untuk pertandingan besok, PSMS ke Bogor bawa 23 pemain. Kami tidak tampil full team karena ada pemain cedera dan akumulasi, jadi kita punya tekad besok mencuri poin di kandang Persikad Depok,” ujar Kas Hartadi dalam konferensi pers, Jumat, 2 Januari 2026.

Kas menilai Persikad sebagai tim yang solid dan mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

“Pasca Persikad ganti pelatih, progresnya sangat bagus sekali. Di home bisa meraih poin, di away bisa meraih poin. Persikad adalah tim yang bagus, tim kuat juga, tapi kita sudah antisipasi,” tambahnya.

Meski begitu, Kas menegaskan PSMS tidak akan mengubah identitas permainan mereka.

“Kita tetap waspada untuk counter-counter attack dari Persikad Depok. Kita tetap dengan karakter yang Medan punya, rap-rap,” tegasnya.

Baca Juga: Penjelasan Polisi Terkait 3 Orang Tewas 1 Selamat di Dalam Rumah di Warakas Jakarta Utara

Dari sisi pemain, Bhudiar memastikan kondisi tim cukup siap menghadapi laga krusial ini. Meski beberapa pemain harus absen, semangat skuat Ayam Kinantan tetap terjaga.

“Kami pemain dalam kondisi fit meskipun ada beberapa pemain yang cedera dan akumulasi. Tapi kami antusias untuk pertandingan besok, semoga bisa menampilkan permainan yang menghibur,” ucap Bhudiar.

Dia menekankan PSMS tak akan fokus mengawal satu-dua pemain lawan saja.

“Mungkin kita bukan mewaspadai satu-dua pemain, tapi semua pemain. Semangat dan daya juangnya sangat luar biasa, seperti pertandingan kita kemarin (menghadapi Persikad) di Medan. Kita (PSMS) kecolongan di menit-menit akhir, itu yang kita waspadai besok,” tuturnya.

Baca Juga: Kabar Baik ASN Riau! TPP Dijanjikan Full pada 2026, Tak Ada Lagi Pemotongan

Sekadar mengingatkan, PSMS hanya mampu bermain seri 1-1 melawan Persikad pada putaran I di Stadion Utama Sumatera Utara, Sabtu malam, 11 Oktober 2025. Padahal, saat itu Persikad hanya bermain dengan 10 pemain.

Mampukah PSMS membalas kehilangan poin tersebut kali ini? Patut dinantikan sepak terbang skuat PSMS pada putaran II melawan Persikad Depok, besok. ***