POJOKSATU.id, PANYABUNGAN—Bakal Calon Bupati Mandailing Natal (Madina) Endar Sutan Lubis lebih mengutamakan kolaborasi dalam membangun Madina jika terpilih jadi Bupati 2024-2029.
Menurut Endar, visinya jelas kolaborasi yaitu mengusung tema “Kolaborasi Menuju Madina Maju, Sejahtera dan Beridentitas.
Visi misi Endar Sutan Lubis ini sama seperti calon bupati yang lain, sama-sama memiliki tujuan untuk membangun Madina.
"Inti visi saya adalah kolaborasi," jelasnya dalam pemaparan di hadapan wartawan yang tergabung dalam Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Madina di Aula Hotel Rindang, Jumat (24/5/2024).
Baca Juga: Polres Madina Geledah Rumah Diduga Bandar Narkoba di Batang Natal Sesuai SOP
Dalam diskusi bersama SMSI ini, Endar Sutan Lubis didampingi oleh Ir Zubeir Lubis, mantan Wakil Ketua DPRD Madina yang digadang-gadang akan berpasangan dengan Endar Lubis.
Menurut Endar, tidak ada yang bisa seperti Superman (Manusia Super) dalam pembangunan saat ini. Semua pemimpin harus melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam membangun daerah.
"Kalau bupatinya merasa Superman. Masih ada yang lebih Superman di atasnya yaitu Gubernur," katanya.
Endar berlatar belakang sebagai birokrat murni selama 39 tahun. Endar pernah menjabat sebagai Kadis Kebersihan Pemko Medan, Kadis Sosial Kota Medan, Kadis Perkim dan Tata Ruang Kota Medan, dan saat ini menjabat sebagai Kadispenda Kota Medan.
Visi Madina Maju Sejahtera Beridentitas
Sebagai balon bupati, Endar ingin menciptakan Mandailing Natal yang maju, sejahtera dan berindentitas.
Supaya Madina lebih maju, salah satu rencananya adalah membuka SMA berkelas internasional. Dimana siswa SMA ini berdaya saing internasional dan menguasai bahasa Inggris.
Sementara untuk siswa SMA dari Madina yang mau kuliah, menurutnya, perusahaan-perusahaan besar yang berlokasi di Madina harus mau memberikan beasiswa.
Baca Juga: Ir. Nana Mintarti, Perempuan Tangguh Penggerak Kemanusiaan
“Di bidang kesehatan, RSUD Panyabungan harus modern. Sehingga warga yang sakit, tidak lagi harus dirujuk ke Medan atau Bukittinggi,” katanya.
Jika terpilih jadi bupati, setiap kecamatan di Madina ini harus punya Puskesmas. Jika Puskesmas sudah ada di kecamatan tersebut, maka fasilitasnya harus ditingkatkan.
“Puskesmas harus punya rawat inap. Bayangkan dari Muarasipongi ke Panyabungan butuh waktu 2 jam. Bisa-bisa belum sampai ke Kotanopan, pasien sudah meninggal kalau yang kena serangan jantung,” beber putra Pakantan kelahiran Kotanopan ini.
Misinya yang lain dalam jangka pendek yaitu memberantas kemiskinan ekstrim dan rumah tidak layak huni, dimana biasanya kemiskinan ekstrim ini akan melahirkan anak yang stunting.
Sementara untuk pengembangan UMKM, dia akan berusaha agar pelaku UMKM dapat dengan mudah memperoleh modal dan bantuan dari pemerintah ini harus tepat sasaran dengan melakukan pengawasan ketat.
Baca Juga: Kenaikan UKT: Mendikbud Nadiem Makarim Anda Dapat 'Red Card' dari Presiden Terpilih loh
“Untuk kopi baru segelintir orang yang masih menikmati hasilnya. Kita tingkatkan lagi Kopi Mandailing yang sudah go internasional itu. Kita gandeng HIPMI, para pengusaha muda,” jelasnya.
Selain kopi Mandailing, hal lain yang spesifik dari Madina menurut Endar Lubis adalah bide atau tikar dari bahan anyaman rotan. Sementara untuk kuliner ada makanan khas Madina sejenis cendol yaitu Toge Panyabungan.
“Bide, tikar dari bahan dari rotan. Bagaimana supaya kita bisa promosikan ini dengan baik. Ini produknya sudah spesifik. Tidak ada di tempat lain. Kita kembangkan ini,” tegasnya.
Di bidang Sumber Daya Manusia (SDM), sebagai daerah yang dijuluki Serambi Mekkah di Sumut, Madina memiliki banyak pesantren.
Dia berharap pesantren-pesantren ini bisa melahirkan lulusan yang tidak hanya berdakwah, namun juga bisa bersaing di bidang teknologi dan bidang lainnya.
“Guru Magrib mengaji kita kasih honor. Bilal mayit dan penggali kubur kita kasih honor. Dulu sewaktu saya kecil, saya masih ingat habis Magrib kami mengaji Al Quran,” ujarnya.
Endar juga berencana menata Kota Panyabungan layaknya kota-kota lain di Indonesia. Jika terpilih menjadi bupati, dia akan menata mulai Simpang Bandara AH Nasution Bukit Malintang hingga Purba Baru.
“Supaya terlihat seperti kota, kita tata dengan pelebaran jalan dan juga pembangunan pedestarian,” ujarnya.
Terkait kendaraan politiknya menuju Pilkada Madina November 2024 nanti, Endar juga sudah melakukan lobi-lobi politik.
“Saya sudah terima surat tugas dari PAN, kemungkinan menyusul dari Demokrat dan Golkar. Saya juga sudah menjalin komunikasi dengan Gerindra. Banyak elit-elit (politik) yang saya kenal baik," jelasnya.***



