POJOKSATU.id — Pemerintah Taiwan terus memperkuat promosi pariwisata di Indonesia dengan membidik potensi wisatawan dari berbagai daerah, termasuk Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Melalui rangkaian event promosi yang digelar pada 30 April hingga 7 Mei 2026, Taiwan optimistis mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Indonesia hingga mencapai 250 ribu orang tahun ini.

Kegiatan promosi tersebut meliputi Taiwan Travel Fair di PIK Avenue Jakarta serta Taiwan Tourism Workshop yang digelar di Jakarta dan Medan.

Director of Taiwan Tourism Information Center (TTIC) in Jakarta, Abe Chou, mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar paling penting bagi industri pariwisata Taiwan.

Baca Juga: Simak, BKN Berikan Lima Tips Ini untuk Hadapi Seleksi CAT KDKMP–KNMP 2026

Menurutnya, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada 2025 mencapai sekitar 230 ribu orang atau telah melampaui capaian sebelum pandemi Covid-19.

“Target kami tahun ini wisatawan Indonesia bisa mencapai 250 ribu orang. Indonesia sangat penting bagi Taiwan karena jumlah penduduknya besar,” ujar Abe Chou dalam Taiwan Tourism Workshop di Medan.

Ia menilai Medan memiliki potensi besar sebagai pasar wisata Taiwan karena letaknya strategis dan dekat dengan Malaysia serta Singapura yang memiliki penerbangan langsung ke Taiwan.

“Warga Medan cukup mudah bepergian ke Taiwan melalui Penang, Kuala Lumpur, maupun Singapura karena tersedia direct flight menuju Taiwan,” katanya.

Baca Juga: Sopir Dua Bus ALS 346 Maleh Pulungan Terakhir Ketemu Ayah 3 Tahun Lalu, Punya 2 Anak Tinggal di Medan

Sementara itu, Deputy Representative of Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, Trust H. J. Lin, menyebut karakter masyarakat Medan sangat cocok dengan konsep wisata Taiwan, terutama dari sisi kuliner.

Menurutnya, Medan dikenal sebagai salah satu kota kuliner terbesar di Indonesia, sementara Taiwan juga memiliki daya tarik wisata gastronomi yang kuat, mulai dari street food hingga restoran berbintang Michelin.

“Taiwan terkenal dengan kuliner dan street food. Itu sangat cocok dengan karakter wisatawan dari Medan,” ujar Trust Lin.

Selain wisata kuliner, Taiwan juga menawarkan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan Indonesia, termasuk wisatawan Muslim.

“Taiwan merupakan destinasi yang aman dan nyaman untuk wisatawan Indonesia, termasuk wisatawan Muslim,” tambahnya.

Baca Juga: Militer Iran Klaim Serang 3 Kapal AS di Selat Hormuz, Komando Pusat AS Langsung Membantah

Dalam workshop tersebut, Taiwan turut memperkenalkan berbagai destinasi selain lokasi populer seperti Taipei 101, Alishan, dan Sun Moon Lake.

Pemerintah Taiwan kini mulai mendorong promosi wisata ke kota-kota lain seperti Taichung, Tainan, Kaohsiung, hingga kawasan timur Taiwan seperti Hualien yang dikenal memiliki panorama alam.

Abe Chou menjelaskan pendekatan promosi wisata di Medan berbeda dibandingkan Jakarta. Jika Jakarta didominasi wisata grup perusahaan dan incentive tour, pasar Medan lebih kuat pada komunitas, kegiatan keagamaan, hingga pertukaran budaya pelajar.

“Di Medan banyak grup kegiatan agama dan pertukaran budaya pelajar ke Taiwan. Potensinya terus berkembang,” ujarnya.

Taiwan juga memperkuat kerja sama business to business (B2B) dengan pelaku industri pariwisata Indonesia, termasuk travel agent di Medan.

Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Pasang Badan Lawan Kekerasan Seksual di Lingkungan Agama!

Dalam workshop itu, delegasi Taiwan menghadirkan pelaku industri kreatif dan budaya, mulai dari produk teh khas Taiwan hingga kerajinan DIY berbahan kayu untuk memperkaya referensi itinerary wisata.

“Kami ingin travel agent di Indonesia lebih mengenal potensi wisata Taiwan sehingga bisa menawarkan aktivitas dan destinasi yang lebih beragam,” kata Abe.

Dari sisi hubungan wisata kedua negara, Trust Lin mengungkapkan total pergerakan wisatawan Indonesia ke Taiwan dan wisatawan Taiwan ke Indonesia kini mencapai sekitar 400 ribu orang atau sudah melampaui angka sebelum pandemi.

Dia juga menyebut meningkatnya minat wisatawan turut didukung popularitas budaya pop Taiwan, termasuk rencana konser F4 di Jakarta akhir Mei 2026.

“Banyak masyarakat Indonesia kembali tertarik mengunjungi Taiwan karena nostalgia lewat F4,” ujarnya.

Trust Lin menambahkan, sekira 20 tahun lalu F4 pernah menjadi brand ambassador promosi wisata Taiwan dan berhasil menarik ribuan wisatawan dari berbagai negara Asia, termasuk Asia Tenggara, Jepang, dan Korea Selatan. ***