POJOKSATU.ID - Tahun ini, Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Al Jalaliyah di Sumatera Utara (Sumut) akan memulai puasa Ramadan sama dengan pemerintah Indonesia yaitu 1 Maret 2025.
Keputusan tersebut telah ditetapkan oleh Mursyid/Pimpinan Tarekat dalam surat keputusan resmi yang dikeluarkan pada 3 Februari 2025 lalu.
"Jemaah Naqsabandiyah di Sumut akan mulai menjalankan puasa pada 1 Maret 2025," kata Syekh Muda Markum, salah satu jemaah tarekat tersebut, Rabu (26/2/2025).
Baca Juga: Anggota Polisi Polres Tarakan Korban Penyerangan Oknum TNI Dijenguk Pangdam VI/Mulawarman
Selain itu, Salat Tarawih pertama akan dilaksanakan pada Jumat, 28 Februari 2025 malam.
"Tarawih sudah dimulai pada malam Sabtu," imbuhnya.
Dalam keputusan tersebut, juga ditetapkan sejumlah tanggal penting terkait ibadah Ramadan, seperti Nuzulul Qur'an yang jatuh pada 16 Maret 2025, serta malam Lailatul Qadar pada 26 Maret 2025.
Sementara itu, hari raya Idul Fitri ditetapkan pada 31 Maret 2025.
Menjelang Ramadan, jemaah juga akan mengadakan tradisi punggahan sebagai bentuk persiapan menyambut bulan suci.
"Ada punggahan yang biasanya dilakukan di Suluh atau di Majelis. Tradisi ini biasanya digelar pada hari Jumat dengan acara makan bersama," tutup Markum.
Tareqat Naqsabandiyah
Tarekat Naqsabandiyah adalah salah satu tarekat Sufi yang paling berpengaruh di Indonesia, termasuk di Sumatera Utara.
Tarekat ini didirikan oleh Baha'uddin Naqsabandi di Bukhara, Uzbekistan pada abad ke-14 dan kemudian menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Sejarah Tarekat Naqsabandiyah di Sumatera Utara
Tarekat Naqsabandiyah masuk ke Sumatera Utara pada abad ke-19, ketika beberapa ulama dari Minangkabau dan Aceh datang ke wilayah tersebut untuk menyebarkan ajaran Islam.
Salah satu tokoh yang berperan penting dalam penyebaran Tarekat Naqsabandiyah di Sumatera Utara adalah Syekh Abdul Wahab Rokan, seorang ulama yang berasal dari Rokan, Riau.
Syekh Abdul Wahab Rokan adalah seorang murid dari Syekh Ahmad Khatib Sambas, seorang ulama yang terkenal di Sumatera Barat.
Syekh Abdul Wahab Rokan kemudian menyebarkan ajaran Tarekat Naqsabandiyah ke wilayah Sumatera Utara, terutama di daerah Tapanuli dan Sibolga.
Pengaruh Tarekat Naqsabandiyah di Sumatera Utara
Tarekat Naqsabandiyah memiliki pengaruh yang signifikan di Sumatera Utara, terutama dalam hal ini:
1. Pengembangan Islam: Tarekat Naqsabandiyah berperan penting dalam pengembangan Islam di Sumatera Utara, terutama dalam hal penyebaran ajaran Islam dan pembangunan masjid dan pesantren.
2. Pendidikan: Tarekat Naqsabandiyah juga berperan penting dalam pendidikan di Sumatera Utara, terutama dalam hal pembangunan sekolah dan pengembangan kurikulum pendidikan Islam.
3. Kebudayaan: Tarekat Naqsabandiyah juga memiliki pengaruh dalam kebudayaan di Sumatera Utara, terutama dalam hal pengembangan kesenian dan kebudayaan Islam. ***

