POJOKSATU.id, TANGERANG-Skuat PSMS Medan berhasil mendapat satu poin pada laga tandang ke markas Dejan FC dalma laga lanjutan Grup 1 Kompetisi Liga 2 di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Senin, 7 Oktober 2024.
PSMS meraih satu poin setelah hasil seri 2-2 melawan Dejan FC. Dimana, dua gol tuan rumah dicetak oleh Wawan Sumadi pada menit 16 dan Oman Bi Irie Aime menit 87. Sedangkan, dua gol PSMS dilesatkan striker asal Brasil Jacinto "Juninho" Cabral menit 54 dan 80.
Dengan tambahan satu poin ini, PSMS tetap berada di peringkat empat dengan 8 poin dari lima kali tanding, 2 menang, 2 seri, 1 kali kalah.
Rachmad Hidayat dkk gagal menyalip Persiraja yang berada di urutan ketiga dengan 9 poin, setelah kalah 0-1 dari Persikota, Minggu, 6 Oktober 2024.
Sementara Dejan FC di urutan 6 dengan 7 poin dengan dua kali menang, sekali seri dan dua kali kalah. Pemuncak klasemen sementara masih PSPS dengan 10 poin sama dengan Persikota yang ada di urutan kedua.
Pun demikian, Pelatih PSMS, Nil Maizar bersyukur atas hasil satu poin ini. Pasalnya, timnya harus beradaptasi dengan kondisi lapangan sintetis yang tak biasa ketika melawan Dejan FC.
"Alhamdulillah kita dapat poin satu, ini kita syukuri dulu. Ke depannya kita akan perbaiki pertandingan kita di sini. Saya harap anak-anak tetap rendah hati karena pertandingan ini," ujar Nil Maizar usai laga.
Nil juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pemain yang sudah bekerja keras. "Salam hormat saya kepada seluruh pemain, sudah bisa mendapatkan poin. Mudah-mudahan besok menghadapi Sriwijaya kita dapat progres lagi," tambahnya.
Nil mengakui bermain di lapangan artifisial menjadi tantangan tersendiri bagi anak asuhnya. Meski PSMS sudah melakukan satu kali latihan di lapangan sintetis di Pancoran, Nil merasa itu belum cukup untuk mempersiapkan tim sepenuhnya.
"Ya kaget (dengan lapangan artifisial), walaupun kita sudah siap satu kali latihan di Pancoran dan di stadion ini. Tapi tidak cukup untuk satu kali latihan di lapangan sintetis. Anak-anak di babak pertama tidak tahu harus melakukan apa, jalannya bola lebih kencang, kontrolnya sulit. Alhamdulillah di babak kedua sudah mulai adaptasi," ungkap Nil.
Meski puas dengan rencana permainan tim, Nil merasa masih ada beberapa kesalahan di lini belakang yang harus diperbaiki, terutama terkait gol kedua lawan.
"Secara game plan saya puas, tapi ada beberapa kesalahan di gol kedua (balasan Dejan FC). Itu masalah posisi dan membaca permainan dari pemain belakang," ungkapnya.
Baca Juga: Simak Head to Head Bahrain vs Indonesia, Jelang Matchday 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026
Sementara itu, Juninho mengatakan pertandingan melawan Dejan cukup sulit, terutama karena kondisi cuaca yang panas serta tantangan bermain di lapangan sintetis.
"Pertarungan yang sangat sulit. Panas, cukup panas. Bermain di lapangan dengan rumput artifisial itu tidak pernah mudah. Jadi menurut saya, kami berjuang banyak, terutama di babak pertama. Itu sangat panas. Mereka (Dejan FC) memiliki kesempatan terbaik di babak pertama," ujar Juninho.
Namun, kondisi mulai membaik bagi PSMS di babak kedua. "Setengah babak kedua itu tidak begitu panas, jadi kami bisa meningkatkan permainan kami. Kami bisa dapat tiga poin, malangnya kami tidak menang, tapi menurut saya hasil imbang ini tidak terlalu buruk pada akhirnya," ungkapnya.
Sedangkan, Pelatih Dejan FC, Danang Suryadi mengatakan meski target tiga poin tidak tercapai, namun hasil seri lawan PSMS wajib diapresiasi.
"Pemain sudah sangat luar biasa, kerja keras, semangatnya, tapi memang hasil akhir tidak seperti yang kita harapkan, alhamdulillah kita dapat satu poin walau target tiga poin," sebutnya.
Setelah laga ini, PSMS Medan akan melakoni laga away lagi yaitu melawan Sriwijaya FC ada Sabtu, 12 Oktober 2024 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang. ***
