POJOKSATU.id, LABUSEL - Dalam sepekan terakhir, Sungai Barumun terpantau meluap, menyebabkan sejumlah daerah di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara terendam banjir.

Meluapnya debit air sungai tersebut dipicu dengan tingginya curah hujan, terlebih di kawasan hulu yaitu Padang Lawas Utara dan Kabupaten Padang Lawas.

Hingga saat ini, terdapat 4 kecamatan di Kabupaten Labusel yang terdampak banjir. Yaitu Kecamatan Kotapinang, Kecamatan Torgamba, Kecamatan Sungai Kanan dan Kecamatan Kampung Rakyat.

Baca Juga: Sindiran Halus Ahmad Sahroni Terhadap Gus Miftah : Berbagi Uang ke Masyarakat Itu Sikap Alim Ulama

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Labuhanbatu Selatan Ismail Sawito Harahap mengatakan, luapan air dari Sungai Barumun di Kabupaten Padang Lawas mengakibatkan tujuh desa di Labuhanbatu Selatan terendam banjir dengan ketinggian sekitar satu meter.

"Ada tujuh desa terdampak banjir di empat wilayah kecamatan yakni Kecamatan Kotapinang, Kecamatan Torgamba, Kecamatan Sungai Kanan dan Kecamatan Kampung Rakyat," ujar Ismail di Labuhanbatu Selatan, Sabtu (30/12/2023).

Ismail melanjutkan, jika titik banjir terparah terjadi di pemukiman warga yang berada di pinggiran aliran Sungai Barumun yaitu Dusun Labuhan Baru dan Labuhan Lama dan wilayah Kecamatan Kotapinang.

Baca Juga: Pemkot Medan Ambil Alih Pembongkaran Lampu Pocong di Jalan Sudirman, Diponegoro dan Imam Bonjol

Adapun banjir itu menyebar di Desa Rasau Kelurahan Langga Payung, Desa Pasir Tuntung Kelurahan Kotapinang, Desa Asam Jawa, Desa Tanjung Mulia, Desa Batang Saponggol, Desa Teluk Panji Bom dan Desa Kampung Rakyat.

Luapan air juga diperparah dari intensitas hujan berkala yang cukup lebat, sejak 18-28 Desember 2023.

BPBD bersama TNI/Polri sudah melakukan penanganan bencana dengan merelokasi warga terdampak banjir dengan mengevakuasi ke tenda penampungan dan tempa-tempat yang lebih tinggi.

Baca Juga: Kapten Timnas Amin Buka Suara Soal Perbedaan Pendapat Tajam Antara Ahmad Ali dan Sudirman Said

Selain itu, mereka membuat dapur umum, menyiapkan tenaga medis dan obat-obatan.

Ismail menyampaikan, belum ada korban jiwa dan berapa kerugian materil yang disebabkan luapan Sungai Barumun tersebut.

Warga pinggiran Sungai Barumun Kotapinang, Raja Zulfikar menjelaskan, hujan lebat berkala sudah terjadi sejak lima hari berturut-turut.

Baca Juga: Harapan Putri Patricia Sebelum Meninggal Dunia, Menegaskan Tidak Mau Terburu-buru Menikah Karena Tuntutan Masyarakat

Puncaknya hujan dengan intensitas tinggi pada 28 Desember 2023 hingga menyebabkan meluapnya Sungai Barumun di Kotapinang.

"Hujan lebat turun sejak 18-28 Desember 2023 dan luapan Sungai Barumun parah hari ini, hingga ratusan rumah warga terdampak dan harus direlokasi," kata Raja. ***