POJOKSATU.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi risiko kebakaran di Sumatera Utara (Sumut).

Hal tersebut karena adanya peningkatan suhu udara yang mencapai 36 derajat Celsius dan terdeteksinya puluhan titik panas dalam beberapa hari terakhir.

Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, hingga kawasan pesisir timur Sumatera Utara kini tidak hanya berdampak pada kenyamanan masyarakat, tetapi juga memicu potensi bahaya lingkungan yang lebih serius.

Baca Juga: Aksi Kejar-kejaran Berujung Maut, Pemuda Brebes Panik Dikejar Polisi Hingga Tewas Tabrak Tiang di Pinggir Jalan

Berdasarkan data terbaru, suhu udara maksimum di wilayah tersebut tercatat mencapai 36 derajat Celsius pada 24 Maret 2026.

Kondisi ini dipicu oleh posisi matahari yang berada tepat di garis khatulistiwa serta minimnya tutupan awan, sehingga radiasi matahari langsung mengenai permukaan bumi secara maksimal.

Selain itu, pola angin yang bersifat menyebar dan kelembapan udara yang relatif rendah, berkisar antara 20 hingga 40 persen, membuat pembentukan awan semakin sulit terjadi.

Baca Juga: Pemerintah Kirim Sinyal Keras, Perusahaan Diminta Bayar THR Tanpa Menunggu Teguran

Akibatnya, wilayah pesisir timur Sumatera Utara mengalami kondisi kering yang berkepanjangan dalam beberapa hari terakhir.

Situasi ini diperparah dengan temuan 33 titik panas atau hotspot yang terdeteksi pada 23 Maret 2026 di sejumlah wilayah Sumatera Utara.

Jumlah tersebut menjadi indikator meningkatnya risiko kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering.

Di sisi lain, paparan sinar matahari juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Bantah Disebut Penyebab Putrinya Lepas Hijab, Marshanda: Saya Tidak Mendukung Pilihan untuk Menjadi Sesat

BMKG mencatat indeks ultraviolet (UV) di wilayah Medan dan sekitarnya berada pada kategori sangat tinggi hingga berbahaya, khususnya pada pukul 10.00 hingga 14.00 WIB.

Paparan UV dalam kategori ini berisiko menyebabkan gangguan kulit hingga dehidrasi jika masyarakat tidak melakukan perlindungan yang memadai.

Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menyebutkan bahwa pola cuaca panas ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Pertamina Regional JBB Siaga 24 Jam, Distribusi LPG 3 Kg di Kuningan Dijaga Tetap Stabil

Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi kebakaran serta dampak kesehatan akibat suhu ekstrem.

Warga juga diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan pada jam puncak panas, memperbanyak konsumsi air, serta menggunakan pelindung seperti tabir surya. ***