POJOKSATU.id, MEDAN-Kabar duka menyelimuti sepak bola Sumatera Utara (Sumut). Ini setelah salah satu legenda yang juga mantan pelatih PSMS dan Sumut United, Suharto AD meninggal dunia, Sabtu, 24 Meu 2025.
Suharto AD meninggal di Rumah Sakit (RS) Mitra Sejati pada pukul 14.20 WIB, setelah berjuang sembuh dari stroke yang dideritanya sejak dua tahun lalu.
Suharto AD menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 59 tahun dan meninggalkan enam orang anak, sedangkan istrinya telah wafat lebih dulu belasan tahun lalu.
Jenazah almarhum dibawa ke rumah duka di Jalan Karya Jaya gang Karya X, Pangkalan Masyur Medan dan akan dimakamkan pada Minggu, 25 Mei 2025, sebelum salat Zuhur.
Putri Suharto, Riska, mengungkapkan ayahnya telah keluar masuk rumah sakit, lanran dua tahun belakangan ini setelah diserang stroke. Dan, juga memiliki riwayat penyakit diabetes.
Kondisi Suharto sempat membaik, namun tetiba pada Selasa, 20 Mei 2025, mengalami kejang parah hingga dilarikan ke RS Mitra Sejati.
"Bapak mengalami kejang dan sesak nafas makanya dibawa ke RS Mitra Sejati. Saat di IGD, bapak sempat henti jantung dan dibantu pakai alat pompa jantung. Kemudian masuk ICU, ternyata ada luka di lambung bapak," ujarnya, saat ditemui di rumah duka.
Kejang-kejang yang cukup parah membuat kondisi lidah almarhum robek dan diharuskan menjalani operasi.
"Jumat (23 Mei 2025) bapak menjalani operasi lidah. Operasi berjalan sukses. Walau kesadarannya belum membaik," sambungnya.
Namun, keluarga tetap membantu Suharto AD untuk mengembalikan kesadaran secara perlahan. Salah satunya dengan mengajak bicara hingga sempat membaik dan merespon.
"Sudah membaik semalam. Kalau misalkan setiap Riska jenguk, selalu ajak ngobrol masih bisa berkedip mata bapak. Tiap diajak ngobrol badan bapak bergerak, lidah bergerak merespon, tapi belum bisa berbicara," ungkapnya.
Baca Juga: Begini Tanggapan Anggota DPR RI soal Usulan Usia Pensiun ASN 70 Tahun
"Riska ajak ngobrol, cepat sembuh ya Pak, biar bisa nonton PSMS lagi. Bapak kasih respon," sambungnya.
Namun, Sabtu hari ini, kondisi Suharto AD menurun lagi. "Dokter bilang bapak mengalami henti jantung lagi, jadi coba dipompa pakai alat jantung, tapi bapak enggak respon. Jam 14.22 WIB, dokter bilang bapak sudah enggak ada (meninggal)," tuturnya.
Di rumah duka, banyak pelawat yang tiba meski hujan deras mengguyur Pangkalan Masyur Medan.
Suharto AD selama ini dikenal atas dedikasinya sebagai pesepak bola Sumut. Di masa aktifnya sebagai pemain, dia adalah striker andalan di PSMS dan PON Sumut.
Baca Juga: Wamensos Sampaikan Hal Berikut Setelah Sekolah Rakyat Banyak Kritik Pesimistis!
Pria kelahiran Rambung Sialang, Serdangbedagai (Sergai) ini turut adil membawa Sumut meraih medali emas cabang sepak bola PON lewat golnya pada tahun 1989.
Namun, dia tersohor karena kiprahnya sebagai pelatih PSMS, klub yang beberapa kali mempercayainya sebagai nakhoda.
Berawal bersama PSMS saat Piala Caltex 1995, dilanjutkan di Liga Indonesia 1996-1997 sebagai pelatih muda.
Suharto kembali lagi ke PSMS tahun 2010/2011 menggantikan Rudi Keltjes, dan 2012/2013 menggantikan Raja Isa. Namun, PSMS degradasi dari ISL di tahun 2012/2013 itu.
Baca Juga: Mahkamah Agung Kabulkan Permohonan Pemuda ICMI Soal Uji Materil Peraturan Menko Perekonomian
Dua musim kemudian, Suharto kembali melatih PSMS di Piala Kemerdekaan 2015 dan sukses meraih gelar juara di ajang itu, sekaligus sebagai prestasi terbaiknya bersama Ayam Kinantan.
Kebersamaannya dengan PSMS saat menjadi asisten pelatih kepala Peter Butler di Liga 1 musim 2018.
Selain bersama PSMS, dia juga sempat menangani PS TNI di Liga 1.
Kemudian, Suharto menangani beberapa klub lain, diantaranya Bhinneka FC di babak regional Sumatra Liga 3 2019.
Selanjutnya, Suharto sempat dipercaya menangani PON Sumut 2020. Namun sebulan sebelum keberangkatan dia tetiba didepak.
Baca Juga: Rincian Gaji Guru PPPK 2025 Berdasarkan Golongan, Dapat Tunjangan Juga!
Di Liga 3 tahun 2021-2022 ini, Suharto awalnya menangani tim pendatang baru, Batubara Bisa FC. Sayangnya gagal di babak penyisihan grup.
Suharto kemudian dipercaya menangani Karo United yang melakukan pergantian pelatih jelang babak 64 Besar nasional. Hasilnya Karo United dibawanya juara Liga 3 nasional tahun 2022.
Di Liga 2 2022/2023, Suharto membawa Sada Sumut di peringkat 2 klasemen grup Barat. Namun saat itu kompetisi hanya berjalan separuh musim karena tragedi Kanjuruhan.
Kemudian di musim 2023/2024, Karo United berganti nama menjadi Sada Sumut dan Suharto masih dipercaya sebagai pelatih kepala. Sayangnya, dia bersama tim yang kini bernama Sumut United itu hanya setengah musim.
Baca Juga: Viral Pernikahan 2 Siswa di Lombok NTB, Pengantin Wanita Kelas 1 SMP dengan Lelaki Kelas 1 SMK
Selepas itu, kondisi Suharto AD menurun dan keluar masuk rumah sakit. Dia menderita stroke, dan terpaksa duduk di kursi roda hingga menghembuskan nafasnya, hari ini.
Semasa hidupnya, Suharto AD, dikenal sebagai pribadi yang sangat bersahaja kepada siapa saja. Selamat jalan, coach! ***
