POJOKSATU.id, DELISERDANG-Skuat PSMS Medan gagal memanfaatkan dua laga kendang dengan kemenangan. Setelah kalah dari Persiraja, tim besutan Nil Maizar ini hanya mampu imbang melawan Dejan FC,

Pada laga lanjutan Grup 1 Liga 2 musim 2024/2025 yang digelar di Stadion Baharoeddin Siregar, Kamis sore, 19 Desember 2024 tersebut, PSMS bermain seri 1-1.

Bahkan, PSMS tertinggal lebih dulu lewat gol Dejan FC yang dicetak oleh Raka Sabir Al-Hady pada menit ke-40. Tuan rumah membalas pada menit ke-59 melalui striker Juninho.

Tambahan satu poin ini hanya mampu menaikkan posisi PSMS ke peringkat tiga, menggeser PSPS setelah agregat gol dari tim Pekanbaru itu, dengan sama-sama mengemas 23 poin.

PSMS telah menjalani 14 laga dengan 6 kali menang, 5 kali seri dan tiga kali menang.

Baca Juga: Dejan FC Ogah Target Muluk-muluk Lawan Skuat Ayam Kinantan, Budi Budarsono : PSMS Seharusnya Ada di Liga 1

Usai laga, Pelatih PSMS Medan, Nil Maizar, tetap mensyukuri hal ini. Baginya, Rachmad Hidayat dkk telah bertanding sekuat tenaga.

Dia menyebutkan, keberuntungan belum memihak ke PSMS, sehingga tak juga meraih kemenangan di dua laga kandangn terakhir ini.

"Hasil ini sudah maksimal buat kita. Saya bilang ke teman-teman semuanya, pemain Medan ini punya quality yang sangat luar biasa. Dibanding yang lain, kita termasuk bagus, cuma memang keberuntungan untuk hari ini tidak berpihak pada kita," ujar Nil.

Sebaga pelatih, dia sudah menjalankan apa yang harus dijalankan. Begitu juga, pemainnya pada laga melawan Dejan FC.

Baca Juga: Rindu ARMY, Jungkook BTS Mendadak Live Weverse saat Wajib Militer, Pecahkan Rekor 20 Juta Penayangan Real Time

"Saya sudah intruksikan pemain, pergantian pemain, anak-anak sudah maksimnal dengan seluruh kapasitas, kemampuan dia. Ya kita nikmati aja. Walau kata orang tidak ada keberuntungan. Tapi itu nasib," tuturnya.

"Nanti fishing kita perbaiki, salam hormat untuk pemain yang sudah berjuang hari ini," sambungnya.

Pun, dia juga menyoroti beberapa kendala yang dihadapi timnya, termasuk cederanya beberapa pemain kunci seperti Sebastijan Antic dan Juninho, serta kondisi fisik pemain lain yang kurang prima.

"Antic sakit, Juninho tadi cedera ototnya tapi tetap main. Reban sakit, Imam baru sehat, Gustur sakit. Tapi kita tidak menyerah. Ini mungkin yang terbaik bagi kita, kita syukuri saja," sebutnya.

Baca Juga: Uang Palsu Dicetak di Kampus UIN Alauddin Diungkap untuk Dana Pilkada, Sindikat Pelaku Gunakan Mesin Cetak Canggih

FC Nil juga menyinggung keputusan wasit terkait insiden cedera kiper Dejan FC, Sujarmin, yang akhirnya digantikan M. Zainuri Azhar.

"Harusnya dikasih kartu kuning karena memperlambat permainan. Ada aturan, kalau itu taktik memperlambat, harusnya wasit tahu," kata Nil tegas.

Nil Maizar memastikan timnya akan segera bersiap untuk laga penting melawan PSPS Pekanbaru pada 4 Januari 2025 mendatang.

"Besok pagi kita langsung recovery training, enggak ada jeda. Persiapan normal seperti biasa. Mudah-mudahan kita bisa perang lawan Pekanbaru. Kalau kita menang tadi, kita sebenarnya akan lebih enak karena Sriwijaya akan bermain tandang," jelas Nil.

Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Tapanuli Selatan, 4 Desa Terdampak

Sementara itu, pemain Ayam Kinantan-julukan PSMS Medan, Dwi Rafi Angga, meminta maaf kepada para suporter dan pecinta PSMS atas hasil ini.

"Saya mewakili teman-teman minta maaf atas hasil yang kami raih hari ini. Itulah sepak bola, ada faktor keberuntungan," ujarnya.

Kami banyak peluang, ke depan Insya Allah kami akan raih hasil maksimal di Pekanbaru agar menjaga asa ke delapan besar," tutup Dwi yang mendampingi Nil Maizar selama konferensi pers usai laga. ***