POJOKSATU.id, MEDAN - Kematian Nurhaliza atau Putri seekor harimau Sumatera di Medan Zoo ternyata bukan satu-satunya pada tahun 2023.
Menurut catatan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara (Sumut) ada 3 harimau Sumatera yang mati sepanjang tahun 2023.
Adapun ketiga satwa langka yang mati tersebut adalah harimau Sumatera bernama Erha yang ditemukan mati pada 3 November 2023 lalu.
Erha merupakan harimau jantan yang berusia 11 tahun.
Kedua, harimau Benggala bernama Avatar yang ditemukan mati di Medan Zoo pada Desember 2023. Lalu yang ketiga adalah Nurhaliza yang ditemukan mati pada 31 Desember 2023.
Kepala BBKSDA Sumut, Rudianto Saragih Napitu mengakui pengelolaan satwa di Medan Zoo belum memenuhi standar pengelolaan lembaga konservasi, terutama dalam hal animal walfare, fasilitas kandang, dan tata kelola lingkungan.
"BBKSDA Sumut telah melakukan pemantauan terhadap lembaga konservasi Medan Zoo sejak April 2023, dan didapatkan fakta bahwa pengelolaan satwa belum memenuhi standar."
Baca Juga: PKS Luncurkan Kampanye Nuansa Jeruk: Seger Bener
"Hal ini terlihat dari kandang satwa buas yang kurang baik seperti kandang yang sudah mulai rusak dan lembap mengakibatkan penurunan kesehatan satwa," ujarnya.
Rudianto menyebutkan BBKSDA Sumut telah memanggil manajemen Medan Zoo pada November 2023 untuk melaporkan perkembangan atas hasil monitoring tersebut.
"Pada pertemuan tersebut disampaikan bahwa Manajemen Medan Zoo mengalami beberapa kendala dan kesulitan dalam operasional Medan Zoo. Sehingga hal-hal yang menjadi rekomendasi BBKSDA Sumut belum mengalami kemajuan yang berarti," urainya.
Baca Juga: Gaza Rock dan Orang-orang di Balik Berdirinya Rumah Sakit Indonesia di Gaza
BBKSDA Sumut, lanjutnya, bersama mitra telah melakukan penanganan satwa Medan Zoo, antara lain pengecekan rutin kesehatan satwa bersama tim medis yang terdiri atas dokter hewan BBKSDA Sumut, praktisi dokter hewan Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI), dan Lembaga Konservasi (LK) di Sumatera Utara.
"Tim juga membantu pakan satwa dan tenaga perawat satwa (keeper) sebanyak tiga orang sejak Desember 2023 dari anggota PKBSI di Sumatera Utara, serta bantuan obat-obatan dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI)," paparnya.
Upaya penyelamatan satwa Medan Zoo, tambahnya, menjadi prioritas saat ini, sehingga memerlukan dukungan dan perhatian dari para pihak, terutama dari Pemerintah Kota Medan.
Baca Juga: Grace Natalie PSI dan Nusron Wahid Hampiri Meja Moderator Gara-gara Pendukung Ganjar-Mahfud
Kondisi lingkungan yang kondusif sangat diperlukan untuk pemulihan satwa yang berada di dalam Medan Zoo.
"Oleh karena itu BBKSDA meminta kepada Direksi Perusahaan Daerah Pembangunan Kota Medan sebagai pengelola Medan Zoo untuk tetap melakukan langkah penyehatan satwa dan memperbaiki kondisi lingkungan Medan Zoo sehingga layak untuk dikunjungi," ungkapnya. ***

