POJOKSATU.id, LANGKAT - Viral di media sosial seorang warga di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut) diterkam seekor harimau Sumatera.
Adapun korban adalah Jerimia Peranda Ginting (25), yang diterkam seekor harimau Sumatera saat memanen cabai di perbatasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).
Akibatnya, Jerimia harus sirawat di RSU Putri Bidadari Stabat dan menerima puluhan jahitan di bagian kepala dan lehernya.
Baca Juga: Diisukan Terjadi Penggelembungan Suara di Dapil II, KPU Tebing Tinggi: Itu Tidak Benar
Ayah korban Ramli Ginting (54) mengatakan jika anaknya menjadi korban salah satu harimau yang baru-baru ini dilepasliaskan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) ke TNGL.
"Di lehernya ada seperti pengikat tali pinggang, dan ada benda berbentuk tabung di dekat leher," ungkap Ramli, seperti dikutip Pojoksatu, Kamis (14/3/2024).
Tudingan yang disampaikan Ramli bukanlah tidak mendasar. Sebab, saat adanya pelepasliaran itu, Ramli dan istrinya juga melihat helikopter yang berseliweran di langit Sei Lepan.
Tak lama kemudian, dua Harimau Sumatera yang bernama Ambar Goldsmith berusia sekitar 5 sampai 6 tahun dan Beru Situtung berusia 3 sampai 4 tahun, dilepasliarkan oleh Kementerian LHK.
"Harimau yang menerkam anakku itu berwarna kuning belang-belang. Hanya seekor harimau Sumatera saja yang menerkam anakku,"tandasnya.
Pelepasliaran yang dilakukan Kementerian LHK di TNGL sangat disesalkan Ramli. Pasalnya, di seputaran lokasi pelepasliaran sudah banyak didiami masyarakat.
Baca Juga: Hasil Rekapitulasi Suara Pilpres 2024 Tingkat Provinsi, Paslon 02 Prabowo-Gibran Unggul di Sumut
"Entah apa gunanya itu dilepaskan sama Menteri Kehutanan. Karena beberapa hari lalu, ada dilepaskannya harimau Sumatera di Tenggulun, yang berbatasan dengan Kecamatan Besitang. Ada banyak hutan lainnya, yang berjarak puluhan kilometer atau ribuan kilometer dari masyarakat," ujar Ramli.
Dari Tenggulun ke ladangnya yang menjadi peristiwa penerkaman anaknya, kata dia, berjarak 8 kilometer saja.
"Tenggulun sekitar 8 kilometer dari lokasi kejadian. Tapi dari pelepasan ke pemukiman warga, hanya sekitar 3 kilometer, bisa dicek itu. Jika memang kami mau diusir dari tempat untuk bermukim atau beraktivitas, gak seperti ini dimakan Harimau," ujar Ramli.
Baca Juga: Update Terbaru Daftar Nama 8 Caleg Lolos DPR RI Dapil DKI Jakarta III Versi KPU, Ada Ponakan Prabowo
Dikisahkan Ramli, saat anaknya diterkam Harimau Sumatera, mereka hanya berjarak kurang lebih 20 meter saja.
"Awalnya itu kami berempat ngutip cabai termasuk anak saya ini. Saya dan anak saya pisah lebih kurang 20 meter. Saya bersama istri, dan anak saya itu sama adiknya. Namun istri saya mendatangi anak saya, jadi mereka bertiga lah, saya sendiri," sambung Ramli.
Tiba-tiba, Ramli mendengar teriakan dan jeritan istrinya, Lela Indriani. Sontak hal tersebut langsung didatangi Ramli. Ternyata, lanjut Ramli, Jerimia diterkam Harimau Sumatera dari arah belakang.
Baca Juga: Hassanudin Beberkan 4 Strategi untuk Jaga Stabilitas dan Kondusivitas Keamanan di Sumut
"Harimau itu menyeret anak saya, sambil menggigit leher anak saya dan kepalanya. Saya datangi Harimau Sumatera tadi, saya lompati kepala Harimau itu, baru ditinggal harimau itu anak saya tadi," ujar Ramli.
Meski sudah lepas dari terkamannya, Harimau Sumatera tersebut tetap mengintai mereka dari jarak 6 meter.
"Kami berdoa sama tuhan, agar kami selamat dan sampai ke rumah," ujar Ramli.
Doa Ramli dijabah oleh Tuhan, Meski Harimau Sumatera tidak lagi menerkamnya, tapi binatang buas tersebut tetap mengikuti mereka.
"Ada sekitar 1 kilometer dari tempat kejadian hingga ke gubuk, harimau itu terus mengikuti kami. Sampai di gubuk, anjing pun diterkam sama Harimau ini," ujar Ramli.
Meski demikian, Ramli dan istrinya tetap berupaya agar Harimau Sumatera itu tidak menerkam anaknya. Dia pun mengaku belum ada pernah melihat kemunculan Harimau Sumatera sebelum peristiwa ini.
Baca Juga: Nama Tenar Menpora Dito dan Wanda Hamidah Gagal Raih Kursi DPR RI Dapil DKI Jakarta I
"Saya dan istri saya terus menghadang harimau itu hampir satu jam. Belum ada mungkin saya rasa masyarakat di Langkat ini, satu jam berhadapan dengan Harimau Sumatera. Kami menghadang Harimau dengan menggunakan batu dan kayu," tutupnya.
Sebelumnya, Kementrian LHK melakukan pelepasliaran terhadap dua harimau Sumatera dengan menggunakan 3 helikopter di sekitar zona inti blok hutan lubuk tanggal, kawasan TNGL.
Persisnya kawasan TNGL Resort Sei Betung SPTN Wilayah VI Besitang, Bidang PTN Wilayah III Stabat, Langkat, Sumatera Utara.
Baca Juga: SM Entertainment Ancam Tindak Penyebar Hoaks Tentang RIIZE, Fans : Kembalikan Seunghan
KLHK memilih lokasi tersebut sesuai hasil kajian kesesuaian habibat yang dilakukan oleh Balai Besar TNGL bersama mitra pada 2022 silam. ***

