POJOKSATU.id, MEDAN-Mantan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi memberikan hak suaranya atau nyoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 42 di Jalan Karya Bakti, Kecamatan Medan Johor, Medan, Rabu, 14 Februari 2024.
Edy Rahmayadi nyoblos di TPS 42 bersama istrinya Nawal Lubis pukul 09.06 WIB yang tak jauh dari kediamannya. Dia mengenakan baju kemeja putih dan celana panjang hitam serta menggendong sang cucu.
Sampai di TPS, Edy Rahmayadi langsung duduk. Dia sempat lupa tanda tangan di meja registrasi. Dan, petugas pun tak mengingatkan Ketua Pemenangan Paslon 01, Anies Baswedan-Cak Imin.
Baca Juga: Pelaksanaan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2024
Anggota KPPS langsung memberikan 5 lembar surat suara. Dan, bersama istrinya masuk ke bilik yang berdampingan. Usai memilih, dia menyelupkan jari telunjuk ke tinta.
Sekira pukul 09.16 WIB, mantan Ketua Umum PSSI itu selesai dan kaget saat diingatkan jurnalis yang ada di lokasi, bahwa dia belum melakukan tanda tangan di meja registrasi atau absensi.
Dia benar-benar lupa dan petugas KPPS tidak memberikan intruksi. “Oh saya belum tanda tangan. Saya akan kembali tanda tangan. Lupa (saya),” ujarnya kepada wartawan.
Baca Juga: Pantau Sejumlah TPS, Pj Gubernur Sumut Targetkan Partisipasi Pemilih Lebih dari 79%
Sang istri menjelaskan bahwa petugas KPPS juga tidak memberikan petunjuk di meja registrasi. "Petugas enggak kasih," timpal Nawal.
Setelah itu, Edy balik ke TPS dan langsung mendatangi meja registrasi dan melakukan abensi.
"Saya sudah siap (nyoblos), ini saya nomor satu ini," ujarnya kepada wartawan.
Dia optimis Anies-Cak Imin menang dalam Pilpres 2024 ini. Edy ingin ada perubahan di negeri ini. "Sudah pasti harus berubah melihat negeri ini, tapi ini semua tergantung rakyat, rakyat yang menentukan pemimpinnya ini siapa," ungkapnya.
Baca Juga: Dukung Paslon 02 usai Kasus Mafia Tanahnya Diselesaikan, Nirina Zubir : Yang Bergerak yang Na Pilih
Pun, demikian, Edy menyinggung soal adanya gangguan yang ingin mengacau keinginan rakyat dalam menuju perubahan untuk Indonesia.
"(Pemilu tahun ini) aman, tertib, tapi sampai tadi pagi masih ada orang yang tidak menginginkan itu," sebutnya.
Dia mengatakan Pemilu adalah hak rakyat. Ini adalah kemerdekaan rakyat melakukan demokras.
"Memilih pemimpinnya adalah hak rakyat, kita hanya mengimbau, mengajak," ujarnya.
Ikuti Quickcount Pilpres 2024 Terlengkap dari puluhan lembaga survei di: https://qc.pojoksatu.id/
"Jadi ada orang yang masih mencoba mengganggu keinginan rakyat, nah ini yang belum pas republik Indonesia disebut merdeka. Siapapun, dia kasih kebebasan rakyat untuk merdeka, lima tahun sekali menentukan pimpinannnya," pungkas Edy Rahmayadi. ***
