POJOKSATU.id, MEDAN - Kota Medan merupakan salah satu wilayah di Sumatera Utara yang memiliki tempat bersejarah. Seperti jejak kerajaan Melayu Deli, Guru Patimpus, hingga titik nol Kota Medan.
Titik Nol Kota Medan dulunya ditandai dengan sebuah tugu yang berada di depan Kantor Pos Jalan Balai Kota. Namun kini sudah dirobohkan oleh Wali Kota Medan, Bobby Nasution.
Menurut menantu Presiden Joko Widodo itu, Tugu Titik Nol dirobohkan karena bukan merupakan warisan sejarah (heritage) Kota Medan.
Baca Juga: Soal Ledakan di Smelter Morowali, Ormas Ini Janji Akan Geruduk IMIP Bila Izin Tak Dicabut
Namun, ternyata Pemerintah Kota Medan akan membangun kembali dan memperbaiki Tugu Titik Nol Kilometer yang ada di depan Kantor Pos Medan.
Hal tersebut berkaitan dengan revitalisasi Lapangan Merdeka yang saat ini tengah dikerjakan.
Berdasarkan catatan sejarah, dulunya Lapangan Merdeka merupakan sebuah kebun tembakau Deli.
Baca Juga: Kowarteg Ganjar Sapa Warga Situbondo dan Berikan Pelatihan Pembuatan Donat Cair
Proses desain perubahan fungsi lokasi ini menjadi sebuah lapangan sudah direncanakan sejak 1872 dan baru terwujud pada 1880.
Pembangunan itu berjalan seiring kepindahan pusat pemerintahan Kesultanan Deli dari wilayah Labuhan Deli ke Medan.
Sultan Ma'moen Al Rasyid yang merupakan anak dari Sultan Mahmud Al Rasyid adalah sosok pencetus dari pemindahan ibu kota pemerintahan da pembangunan lapangan terbuka pertama di Kota Medan ini.
Lapangan Merdeka sempat mengalami pergantian nama dari masa ke masa. Pada masa pemerintahan Kolonial Belanda, lapangan tersebut dikenal dengan nama De Esplanade atau lapangan terbuka.
Residen Sumatera Timur, Willem Jan Marie Michielsen adalah sosok yang menyatakan bahwa De Esplanade adalah titik nol kilometer Medan.
Saat pendudukan Jepang di tahun 1942, namanya lapangan ini diubah menjadi Fukuraido atau lapangan di tengah kota. Hingga pasca peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, lapangan ini kembali berganti nama.
Pada 6 Oktober 1945, lapangan ini digunakan sebagai tempat rapat raksasa di mana Gubernur Sumatera Muhammad Hasan menyiarkan secara resmi berita proklamasi Indonesia.
Hingga pada 9 Oktober 1945, nama Fukuraido diubah menjadi Lapangan Merdeka dan disahkan Wali Kota Medan Luat Siregar yang menjabat saat itu.
Saat ini, masyarakat Kota Medan sedang menunggu hasil revitalisasi Lapangan Merdeka yang tengah dikerjakan pada masa pemerintahan Wali Kota Bobby Nasution. ***

