POJOKSATU.id, MEDAN - Ada sebanyak 3.741 penumpang yang menggunakan KM Kelud tiba di Pelabuhan Belawan pada arus mudik libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.
Hal ini berdasarkan data yang disampaikan oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) cabang Medan pada 23 Desember 2023 lalu.
"Itu merupakan jumlah penumpang maksimal di KM Kelud setelah ada dispensasi dari Kementerian Perhubungan," ujar Kepala Cabang PT Pelni (Persero) Medan Biwa Abi Laksana, pada Kamis (28/12/2023).
Ditambahkan Biwa, para penumpang yang datang di Pelabuhan Belawan pada 23 Desember berasal dari Batam.
Jumlah penumpang tersebut lebih banyak daripada kedatangan KM Kelud pada 20 Desember 2023 lalu, yang juga dari Batam, yakni 3.545 orang.
Melihat tingginya animo pengguna jasa pada arus mudik libur Natal dan Tahun Baru 2024, Biwa menegaskan bahwa Pelni Medan akan tetap berupaya membuat penumpang yang akan kembali ke Belawan selamat, aman dan nyaman sampai tujuan.
Untuk itu, ada beberapa hal yang dilakukan, mulai dari mengoptimalkan sistem pembelian tiket hingga berkoordinasi dengan pihak terkait seperti PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional I Belawan, Kantor Kesyahbandaran Utama (KSU) Belawan, Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan, Polri dan TNI
"Kami melakukan yang terbaik untuk para penumpang yang akan berangkat dari Belawan," kata Biwa.
Selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2024 yang ditetapkan Pelni yakni 11 Desember 2023 hingga 8 Januari 2024, Pelni mengajukan tambahan kapasitas penumpang KM Kelud kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Baca Juga: Ganjar Kritik Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran
Pada 9 November 2023, Kemenhub melalui Surat Direktur Jenderal Perhubungan Laut bernomor AL.015/1/2/DK/2023 memberikan dispensasi sehingga jumlah maksimal pengguna jasa KM Kelud dinaikkan dari 2.607 orang menjadi 3.741 orang.
Kebijakan itu mempertimbangkan bahwa ruas Belawan-Batam dan sebaliknya merupakan jalur kapal Pelni dengan frekuensi terpadat di Indonesia.
Bukan cuma KM Kelud, KM Dorolonda juga merasakan penambahan kapasitas maksimal penumpang dari 2.155 orang menjadi 3.141 orang.
Meski ada peningkatan kapasitas, Biwa menegaskan bahwa Pelni tetap memberikan pelayanan maksimal demi keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang.
Untuk kapal, Pelni menjamin semuanya sudah melewati pengecekan dan pengetesan sesuai prosedur yang ditetapkan pemerintah. ***


