POJOKSATU.id, MEDAN-Pelatih baru PSMS Miftahudin Mukson telah memimpin skuatnya latihan sejak Kamis sore, 5 Oktober 2023. Dia datang menggantikan Ridwan Saragih yang menolak duet dua pelatih kepala dalam satu tim.
Miftahudin Mukson menjelaskan kehadirannya di PSMS Medan sejatinya bukan keinginannya. Dia menjalankan perintah, sebagai anggota TNI.
"Saya pertama datang ke sini bukan karena kemauan saya juga. Kalau boleh jujur, semua karena perintah, saya enggak bisa nolak itu," ujar Miftahudin Mukson dilansir dari YouTube Sikambal2 TV.
Dia mengatakan sebagai anggota TNI ketika diperintah maka tidak bisa menolak. Meski begitu, tugas ini suatu kehormatan baginya.
"Saya prajurit (TNI) aktif dan saat prajurit aktif mendapat panggilan tugas, kita takkan pernah bisa menolak. Karena panggilan tugas bagi kami adalah undang-undang. Intinya seperti itu. Bagi saya tugas ini adalah sebuah kehormatan," ungkapnya.
Soal keputusan Ridwan Saragih yang tak ingin duet dengannya di PSMS, Miftahudin menanggapinya bijak. Baginya, apapun keputusan rekannya itu selalu didukungnya.
"Saya sama Coach (Ridwan) Saragih hubungan baik banget. "Saya sama coach Saragih hubungan baik banget, kita sama-sama di PSAD dan PS TNI," ucapnya.
"Sebelumnya juga komunikasi bagaimana kita sama-sama melaksanakan tugas ini. Tapi beliau punya keputusan yang menurut beliau seperti itu (tak mungkin satu kapal/tim dua nakhoda) saya dukung saja," beber mantan pelatih Persekat Tegal ini.
Berada di PSMS, Miftahudin berusaha untuk mengembangkan tim supaya lebih maksimal lagi. "Bukan berarti saya yang terbaik, karena di dalam sepak bola tidak ada kebenaran yang mutlak, ya tipis-tipis lah tapi dari sisi mana kita melihatnya," jelasnya.
Untuk suporter PSMS yang haus prestasi, Miftahudin mengajak untuk sama-sama mendukung tim dari semua sisi.
"Suporter adalah pemain ke-12 itu sangat berpengaruh ke tim kami. Mari berikan support yang positif, semua elemen. Kami dari tim pelatih, dari pemain, dari manajemen berkolaborasi sama-sama. Didukung oleh suporter, didukung oleh fans pasti dahsyat hasilnya," tutur pemegang lisensi A Pro AFC ini.
"Intinya kita samakan frekuensi, kita samakan persepsi, kita samakan tujuan untuk membawa tim ini ke level yang lebih tinggi (Liga 1)," ujar Miftahudin Mukson. ***
