POJOKSATU.id - Seorang remaja putri di Labuhanbatu, Sumatera Utara diculik dan disekap.

Beredar video yang memperlihatkan seorang remaja putri berinisal AOS berusia 18 tahun yang diduga menjadi korban penculikan dan penyekapan.

Dalam video tersebut bahkan terlihat korban sempat ditodong dengan senjata diduga pistol.

Dugaan penculikan ini pun dibenarkan oleh pihak keluarga korban.

Menurut keterangan kakak korban, Sri Mustika ada dua tetangga yang melihat adiknya dibawa oleh 3 pria tak dikenal.

Korban dibawa secara paksa menggunakan sebuah mobil berwarna kuning.

Keluarga telah melaporkan dugaan penculikan AOS kepada pihak Polres Labuhanbatu.

Baca Juga: Bareskrim Tangkap Pelaku Kasus Judi Online W88 di Filipina, Tugasnya Menyediakan Rekening untuk Perputaran Uang

Pihak kepolisian pun saat telah berusaha melacak keberadaan korban dan pelaku.

"Jadi kami masih lakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. Mohon doanya semoga bisa segera kita ungkap," kata Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Teuku Rivanda.

Sementara itu, ibu korban, Sukawati mengaku syok saat mendapat kabar putrinya diculik.

Pihak keluarga sempat dihubungi oleh penculik lewat video call.

Saat itulah, keluarga melihat AOS ditodong dengan senjat oleh pelaku.

Sukawati mengaku saat itu tidak dapat mengenal para penculik anaknya.

Dalam kasus penculikan ini, pelaku juga diketahui meminta uang tebusan dengan nominal fantastis.

Keluarga pun merasa kebingungan lantaran tak sanggup memberikan uang tebusan sebesar itu.

"Dia minta tebusan Rp400 juta. Uang siapa segitu, saya bilang gitu," kata Sukawati.

Kepada pelaku keluarga berkata akan menjual tanah untuk menebus AOS agar segera dibebaskan.

Polisi akhirnya berhasil mengungkap tiga orang pelaku penculikan AOS yang ternyata keluarga korban berhasil diamankan di Sumatera Barat.

Sementara, korban AOS telah pulang ke keluarganya meski dalam kondisi pucat dan ketakutan.***