POJOKSATU.id, DELISERDANG-Pelatih Muhammad Yusup Prasetiyo atau Coach Yoyok menutup musim ini bersama Sada Sumut FC dengan buruk. Ini usai timnya kalah 1-5 dari PSKC Cimahi, Jumat, 2 Februari 2024 di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam.
Ini adalah kekalahan keenam beruntun alias enam laga playoff degradasi Liga 2, Coach Yoyok tak mampu mempersembahkan kemenangan buat Sada Sumut FC.
Coach Yoyok direkrut manajemen Sada Sumut khusus untuk babak playoff degradasi, usai dirinya didepak Sriwijaya FC. Namun, tak satu poinpun diraih Aidun dkk hingga degradasi dan jadi kontestan Liga 3 musim depan.
Baca Juga: Meski PSDS Degradasi ke Liga 3, Imam Faisal Apresiasi Perjuangan Skuatnya Musim Ini
Dari enam laga yang dijalani Sada Sumut, tim berhasil memasukkan 6 gol, namun kemasukan 20 gol (lihat catatan pertandingan).
Coach Yoyok menyebutkan serangkaian hasil buruk sejak menginjakkan kaki di tim yang dulunya bernama Karo United itu adalah karena faktor kualitas pemain.
"Tidak banyak yang saya sampaikan, kalian bisa melihat bagaimana kualitas pemain saya, Sada Sumut, di game tadi, di game keenam. Kalian lihat bagaimana 90 menit tadi, kira-kita begitu kualitas pemain Sada," ujarnya usai pertandingan timnya lawan PSKC.
Dia menjelaskan sejak pertandingan pertama sudah sadar tidak mudah menangani tim Sada Sumut.
Baca Juga: Susul Sada Sumut FC, Klub PSDS Deliserdang Degradasi ke Liga 3 usai Bermain Imbang Lawan Persikab
Dia berusaha mengubah formasi, namun tetap tak membuahkan hasil. Dia meyakini semua karena fondasi kualitas pemain Sada yang belum mumpuni.
"Dari pertandingan pertama saya tahu bagaimana tim ini sulit bikin gol dan selalu kemasukan, akhirnya saya membuat perubahan dengan formasi 5-4-1 untuk menutupi individual defending dan indiviual quality pemain belakangnya, ternyata tetap sama," ungkapnya.
Dia menjelaskan formasi 5-4-1 menjadi game plan dengan harapan bisa meminimalisir kebobolan.
"Saya pikir setidaknya kita cleensheat ternyata tidak bisa juga, sesulit itu," sambungnya.
Baca Juga: Ingin Akhiri Musim Ini dengan Kesan Baik, PSMS Targetkan Kemenangan Perdana di 12 Besar Lawan PSIM
Yoyok pun tak lagi segan menyebut masalah di timnya karena kualitas pemainnya.
"Dari pertandingan satu, saya enggak pernah mengatakan ini, pada akhirnya saya harus mengatakan individual quality (kualitas individu pemain penyebabnya)," tegasnya.
Dia mengatakan tak banyak pelatih yang mau menerima tawaran Sada Sumut yang secara hasil sudah hancur-hancuran di fase grup Liga 2. Namun, dia menerimanya karena dirinya punya alasan.
"Banyak pertimbangan. Saya mengambil Pro Licence (kepelatihan) itu penting ada klub dan kedua saya mau mencoba yang enggak pernah saya," ujarnya.
"Saya suka tantangan, enggak semua orang mau ambil Sada itu sudah pasti, dari 12 game (fase grup) hanya satu kali menang, itu (pelatih) pasti banyak yang menolak," bebernya.
Namun, Yoyok menegaskan selain masalah kualitas pemain, tidak ada persoalan di tubuh manajemen Sada.
"Sejauh ini di luar teknis semua baik, manajemen baik tapi individual quality," tukasnya.
Dia berharap setelah ini, semua pemain Sada Sumut bisa mendapatkan klub baru untuk kompetisi depan.
"Saya berharap pemain-pemain di sini beruntung dan dapat klub," pungkas Coach Yoyok.
Catatan Laga Sada Sumut selama Playoff Degradasi Liga 2;
2 Februari 2024-Sada Sumut Vs PSKC Cimahi : 1-5
26 Januari 2024-Perserang Vs Sada Sumut FC : 1-2
21 Januari 2024-Sada Sumut FC Vs Sriwijaya FC : 1-3
16 Januari 2024-Sriwijaya FC Vs Sada Sumut FC : 3-1
12 Januari 2024-PSKC Cimahi Vs Sada Sumut FC : 4-1
7 Januari 2024-Sada Sumut FC Vs Perserang : 1-3. ***
