POJOKSATU.id, MEDAN— Puskesmas Panyabungan Jae, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal, masuk nominasi juara Lomba Inovasi Daerah Provinsi Sumut Tahun 2024.

Pengumuman siapa yang menjadi pemenang Lomba Inovasi Daerah Provinsi Sumut 2024 akan dilakukan Pj Gubernur Sumut di Medan pada Rabu (31/7) atau Kamis (1/8) nanti.

Kepala UPTD Puskesmas Panyabungan Jae dr Yulida Nehri Lubis dan Bupati Madina Jafar Sukhairi Nasution telah diundang ke Medan untuk menghadiri acara yang dihelat oleh Bappeda Sumut ini.

Kegiatan penyerahan hadiah kepada juara dan nominatorLomba Inovasi Daerah Sumut 2024 ini terangkai dalam kegiatan Event Nort Sumatera Innovation Forum 2024 yang digelar di Lapangan Parkir Kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu (31/7) dan Kamis (1/8).

Baca Juga: Anggota DPR Ujang Iskandar Sempat Operasi Wajah Sebelum Ditangkap Kejagung di Bandara Soetta

Nort Sumatera Innovation Forum 2024 yang merupakan bentuk apresiasi terhadap seluruh inovator baik yang berasal dari masyarakat/stakeholder maupun pemerintah dalam bersinergi mendorong terciptanya berbagai inovasi berkelanjutan yang berdampak positif bagi pembangunan Sumatera Utara.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Faisal Situmorang, ditemui di kantornya, Jumat (26/7) mengatakan, mereka sudah menerima undangan untuk hadir ke Medan terkait lomba inovasi daerah ini.

Dia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat di Madina sehingga Puskesmas Panyabungan Jae masuk nominasi juara dengan program yang dimiliki yaitu Tor-tor Libas TB.

Dikatakan Kadis, ada sekitar 20 inovasi daerah yang masuk kriteria oleh Bappeda Sumut. Dan ditetapkan 10 inovasi daerah yang dikunjungi oleh tim penilai dan salah satunya ke Puskesmas Panyabungan Jae.

Baca Juga: Merasa Kehilangan setelah Thariq Halilintar Menikah, Atta Halilintar : Dia Itu 'Tempelannya' Aku

Menurut  Kadis, ada empat hal yang menjadi dasar penilaian ketika tim penilai dari Provinsi Sumut datang berkunjung ke Puskesmas Panyabungan Jae sekitar sebulan lalu.

“Ada empat kriteria penilaian. Yang pertama punya nilai tambah. Kedua ada unsur kebaharuan. Ketiga dapat direplikasi oleh Puskesmas lain, dan keempat inovasi ini berkelanjutan,” jelasnya.

Menurut Kadis, apapun hasil pengumuman tim penilai Provinsi Sumut, dia berharap Program Tor-tor Libas TB ini bisa diterapkan di seluruh Puskesmas yang ada di Madina pada khususnya, dan tentu jika memungkinan bisa diterapkan di Seluruh Puskesmas di Sumut dan Nasional.

“Harapan saya, inovasi di Panyabungan Jae ini kan bukan hanya setahun belakangan. Ini sudah bertahun-tahun. Saya melihat ini sangat positif dalam penanganan masalah TB. Saya berharap program ini bisa diterapkan di seluruh Puskesmas di Kabupaten Mandailing Natal,” bebernya.

Baca Juga: Kebakaran di Simpang Dago Bandung, Kondisi Api Masih Menyala, Pedagang Berhamburan

Diketahui, UPTD Puskesmas Panyabungan Jae membuat gebrakan inovasi Tor-tor Libas TB. Inovasi di bidang kesehatan ini terkait penyakit Tuberculosis (TB).

Awal mula munculnya inovasi ini karena pihak Puskesmas Panyabungan Jae menemukan banyak pasien TB dan kepatuhan pengobatannya yang rendah.

Sementara penyakit TB ini tak bisa dianggap sepele, karena penyakit TB ini bersifat menular nomor dua terbesar di dunia.

Dikatakan Kadis dr Faisal, penyakit TB ini juga termasuk salah satu penyakit menular yang sangat tinggi di Kecamatan Panyabungan, termasuk di wilayah Panyabungan Jae.

“Puskesmas Panyabungan Jae lalu membuat inovasi meningkatkan cakupan penemuan kasus TB dan meningkatkan cakupan keberhasilan pengobatan TB,” ujarnya.

“Inovasi ini ditemukan sejak 2019. Dan konsentrasinya di 2021 dan 2022. Dan ada perubahan-perubahan dari yang lama,” jelasnya lagi. ***