POJOKSATU.id, HARAPAN PSMS Medan untuk mencicipi lagi kompetisi Liga 1 pupus untuk kesekian kali. Ini setelah tim berjuluk Ayam Kinantan itu dipastikan gagal melangkah ke babak 8 Besar Liga 2.
Kepastian gagalnya PSMS Medan melangkah ke 8 Besar Liga setelah PSKC memenangkan pertandingan melawan Persikota dengan skor 1-0 pada, Minggu sore, 5 Januari 2025.
Kemenangan PSKC yang membuat PSMS tak lagi bisa mengejar ketertinggalan poin di satu partai tersisa penyisihan Grup 1. PSKC telah mengemas 27 poin dan berada di posisi kedua klasemen dan memastikan diri melangkah ke 8 Besar bersama PSPS (peringkat 3) dan pemuncak klasemen Persiraja.
Saat ini, PSMS mengumpulkan 23 poin. Dan, hasil laga terakhir PSMS dengan melawan Sriwijaya FC, pada 11 Januari 2024, tidak akan mengubah nasib PSMS. Dan, PSMS juga harus menjalani playoff degradasi Liga 2 musim ini.
Usai kemenangan PSKC lawan Persikota, akun Instagram PSMS langsung ramai dengan komentar pedas para pecinta PSMS.
Mayoritas meminta manajemen berbenah, dan berharap ada figur baru yang menangani tim kebanggaan Kota Medan.
Baca Juga: 108 Instansi Sudah Bisa Rilis Pengumuman Kelulusan PPPK Guru 2024 Tahap 1, Cek Arti Kode Kelulusan
Salah satunya dari akun @doliharahap***. "Cimahi menang, terlepas apapun match mereka tadi. Makanya tim ini dibenahi dan jor-joran untuk PSMS, biar tidak berharap sama tim lain," tukasnya.
Dia mengakui PSMS dengan performa sejak awal musim, belum pantas naik ke Liga 1. "Memang belum pantas kita naik, stay saja Liga 2 sembari manatau ada pengusaha yang benar-benar ingin mendongkrak prestasi PSMS, jangan nanggung-nangung," sarannya.
Doli menegaskan PSMS ini harus dipegang seorang pengusaha tanpa ada campur tangan politik. "Sebenarnya miris melihat terakhir kita mentas di Liga 1 kurang lebih 7 tahun lalu, apalagi ini kota besar, animo nya besar, tapi yah seperti tiap musim selalu kita jadi gigit jari. #bangkitdanpulihkinantan????," ungkapnya.
Baca Juga: Prediksi Skor Inter vs Milan, Berburu Gelar Perdana di Tahun 2025 pada Final Supercoppa Italiana
Sementara, beberapa komentar lain mendesak CEO PSMS, Arifuddin Maulana Basri segera mundur dari klub.
Sebelumnya, usai PSMS kalah dari PSPS, pada Sabtu, 4 Januari 2025, Arifuddin mengakui adanya tunggakan gaji pemain dan finansial klub sedang tidak baik-baik saja. ***
