POJOKSATU.id, DELISERDANG-Pelatih Semen Padang, Delfriadri mengaku puas atas hasil imbang 1-1 yang diraih timnya dari PSMS di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Senin, 22 Januari 2024.
"Kami cukup puas dengan hasil ini. Karena kami bisa menahan seri PSMS di kandangnya sendiri," ujar Pelatih Semen Padang, Delfriadri didampingi pemainnya Fandi Eko Utomo, usai laga kepada wartawan.
Delfriadri mengatakan satu poin yang dibawa pulang dari hasil pertandingan super ketat dan tensi tinggi lawan PSMS, sangat disyukurinya.
"Permainan dengan tempo keras dengan tiga kartu merah, itulah permainan. Saya ucapkan terima kasih kepada pemain Semen Padang yang bermain mati-matian," jelasnya.
Dia mengapresiasi pemainnya yang sempat tertinggi di babak pertama lewat gol pemain PSMS, Muhammad Ikhsan Chan pada menit 32, lalu menyamakan kedudukan lewat gol Vivi Asriza menit ke-50.
"Perlu kami syukuri kami bisa menyamakan kedudukan walau tertinggal satu kosong di babak pertama, alhamdulillah anak-anak bermain fight di babak kedua, kita syukuri apa yang Allah berikan kepada kami," ungkapnya.
Delfriadri menyampaikan menggunakan taktik berbeda saat melawan PSMS di kandang mereka pekan lalu, dengan main away hari ini. Dia mengaku PSMS bermain dengan semangat tinggi, namun kehilangan arah saat terkena dua kartu merah.
"Mereka bermain fight di sini. Tetapi hilang kontrol mereka dengan dua kartu merah, tetapi semangat juang luar biasa berbeda dengan main di Padang," ujarnya.
Soal rekor belum terkalahkan timnya dari PSMS, Delfriadri juga tak kalah bersyukur. Ya, empat kali pertemuan dengan PSMS musim ini termasuk babak 12 Besar, belum sekalipun PSMS meraih poin penuh saat berhadapan dengan tim Kabau Sirah itu.
"Kita syukuri, itu artinya anak-anak bisa membaca permainan PSMS," timpalnya.
Terkait kepimpinan wasit di laga lawan PSMS, dia tak terlalu banyak komentar. Baginya, tiga kartu merah yang dikeluarkan, satu buat timnya dan dua untuk PSMS memang pantas.
"Fair-fair, kartu merah ya kartu merah memang betul tiga kartu merah," sambugnya.
Baca Juga: Ganti Pelatih Tiga Kali Tak Selamatkan Tim dari Degradasi, Ini Penjelasan Manajer Sada Sumut FC
Sementara itu, Fandi Eko Utomo juga mengaku bersyukur bisa bawa pulang satu poin dari lawatan di Sumut. "Alhamdulillah, kita bisa mencuri poin di kandang PSMS, apalagi PSMS bertekad menang. Kita juga punya tekad menang. Semoga ke depannya sama-sama mendapat hasil terbaik," pungkasnya.
Dengan hasil ini, Semen Padang mengoleksi enam poin dan berada di posisi atas klasemen grup X bersama Persiraja dengan poin yang sama usai mengalahkan PSIM 3-1. Sedangkan PSMS ada di dasar klasemen dengan dua poin. Tersisa dua laga terakhir untuk menutup babak 12 Besar Liga 2. ***
