POJOKSATU.id - Skuat PSMS Medan menutup kompetisi Pegadaian Championship Musim 2025/2026 dengan hasil seri 1-1 melawan Persiraja di Stadion H. Dimurthala, Lampineung, Sabtu sore, 2 Mei 2026.

PSMS sempat unggul lebih dulu lewat gol Felipe Cadenazzi pada menit ke-40 dan Laskar Rencong-julukan Persiraja,membalas melalui gol Asnawi Habib pada injury time 90+4.

Hasil seri ini menempatkan PSMS finis di peringkat ke-7 dengan 36 poin, dan Persiraja di peringkat 5 dengan 40 poin. Dan, kedua tim akan tetap berlaga di Liga 2 musim depan.

Baca Juga: Resmi Dilantik, Benny Surya Pimpin IKA PMII Kota Bekasi 2026–2031

Meski hasil laga hari ini tak mempengaruhi nasib kedua tim, tetapi bagi PSMS cukup membuktikan bahwa Persiraja sang rival bebuyutan tak mudah menaklukkan Ayam Kinantan musim ini.

Ya, total tiga kali pertemuan kedua tim musim ini, Persiraja tak sekalipun mampu mengalahkan PSMS.

Selain seri 1-1 hari ini, PSMS menang 2-1 atas Persiraja juga di Stadion H Dhimurtala, Lampineung, Banda Aceh, Minggu, 18 Januari 2026. Dan, PSMS berhasil menang 1-0 di Stadion Utama Sumatera Utara, Sabtu, 25 Oktober 2025.

Baca Juga: Lawan Semen Padang, Dewa United Kejar Posisi Empat Besar

Pelatih PSMS, Eko Pudjianto, menyebut hasil 1-1 melawan Persijara hari ini adalah yang terbaik. Meski, bukan yang diharapkannya, namun dia memastikan skuatnya telah memberikan permainan yang optimal.

“Kita imbang 1-1, pemain sudah memberikan yang terbaik. Yang pasti kita berbagi angka dengan Persiraja dan kita syukuri satu poin. Pertandingan cukup seru,” ujarnya usai laga.

Eko sendiri menatap pertandingan ini dengan keadaan perasaan kesedihan mendalam, karena mendapatkan kabar orang tuanya meninggal dunia.

Baca Juga: Beasiswa Tut Wuri Handayani 2026, Khusus PNS Bisa Kuliah S2-S3 Gratis dengan Tunjangan Lengkap, Download Panduan di Sini!

Terkait performa PSMS sepanjang musim yang lari dari target lolos ke Liga 1, Eko tak menampik menyimpan kekecewaan juga. Namun, sebagai pelatih tentu dirinya bertanggung jawab atas skuatnya.

“Yang pasti kecewa dengan hasil secara keseluruhan. Tapi kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Pemain ini tanggung jawab saya, manajemen kepada presiden klub. Mudah-mudahan ke depannya PSMS bisa lebih bagus lagi sesuai target lolos ke Liga 1 musim depan,” tuturnya.

Kapten PSMS, Erwin Gutawa, menambahkan, dirinya dan rekan-rekannya telah berusaha sekuat tenaga hingga pertandingan usai melawan Persiraja.

“Kami dari pemain sudah memainkan segalanya. Tapi lagi-lagi kita syukuri hasil ini bisa dapat satu poin,” ungkapnya.

Baca Juga: Menkomdigi Anggap Video Amien Rais Upaya Merendahkan Martabat Presiden, Terkini Video Itu Hilang

Pada kesempatan ini, Erwin juga mengklarifikasi terkait insiden dirinya dan Kim Jeung-ho, setelah keduanya terlihat bersitegang di lapangan.

“Soal insiden biasa sesama teman, mungkin niatnya bagus, tapi kita beda bahasa saja jadi sempat ada sedikit gesekan. Tapi setelahnya selesai,” jelasnya.

Di tempat berbeda masih dari Grup 1, Garudayaksa FC memastikan langkah ke kasta tertinggi sepak bola nasional Liga 1 musuim ini, usai kemenangan 3-1 atas Persikad di Stadion Pakansari, Bogor.

Baca Juga: Guru Non-ASN di Sekolah Negeri Dibatasi hingga 31 Desember 2026, Ini Aturan Lengkap, Syarat, hingga Skema Gajinya

Tambahan tiga poin mengantarkan mereka finis sebagai pemuncak Grup 1 dengan koleksi 52 poin. Sedangkan, Adhyaksa FC Banten finis di peringkat kedua dengan 51 poin dan akan ikut babak playoff untuk memperebutkan tiket Liga 1. ***