POJOKSATU.id - Skuat PSMS Medan menutup kiprahnya di Piala Presiden Elite 2026 dengan kekalahan 1-4 dari Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Pelatih PSMS, Eko Pudjianto, mengakui kekalahan beruntun dalam tiga laga di Piala Presiden 2026 bakal menjadi evaluasi besar untuk persiapan timnya jelang Liga 2 musim 2026/2027.

Eko mengakui timnya masih memiliki sejumlah kekurangan yang harus segera dibenahi. Dia mengatakan keikutsertaan PSMS di Piala Presiden banyak memberi pelajaran berarti.

Baca Juga: Trump Klaim Batalkan Serangan Besar-besaran Terhadap Iran, Diminta Negara-negara di Timteng

Menghadapi lawan-lawan berkualitas di Piala Presiden menjadi pengalaman penting untuk mematangkan skuad sebelum kompetisi Liga 2 resmi bergulir.

Pun, dengan kekalahan dari Persija, dia mengakui kelemahan timnya. "Yang pertama, apresiasi buat Persija yang berhasil menang 4-1," ujarnya usai pertandingan.

Eko menilai kekalahan tersebut tidak lepas dari kesalahan yang dilakukan anak asuhnya sendiri.

"Terlepas dari kesalahan-kesalahan kita sendiri, ini menjadi pelajaran yang sangat berharga. Ke depan, terutama menghadapi kompetisi, tentu akan kita perbaiki," kata Eko.

Baca Juga: Ledia Hanifa Soroti Kebijakan Desil, Khawatir Bantuan Pendidikan Dicabut di Tengah Jalan

Pada pertandingan tersebut, PSMS sempat memberikan perlawanan setelah menyamakan kedudukan melalui Ikhsan Can pada menit ke-58. Namun, Persija mampu mencetak tiga gol pada 10 menit terakhir pertandingan sehingga menutup laga dengan kemenangan 4-1.

Hasil itu membuat PSMS mengakhiri perjalanan di Piala Presiden Elite 2026 dengan tiga kekalahan, sementara Persija masih menjaga peluang lolos ke babak semifinal.

Bagi Eko, kualitas peserta yang dihadapi selama turnamen menjadi nilai positif bagi perkembangan timnya.

"Turnamen Piala Presiden ini semakin berkualitas. Lawan-lawan yang kita hadapi juga sangat bagus. Semoga ke depannya Piala Presiden semakin berbobot dan semakin layak dinikmati seluruh masyarakat Indonesia," katanya.

Baca Juga: Peringati Hari Koperasi ke-79, Dekopinda Jember Gelar Jalan Sehat hingga Genjot Kebangkitan UMKM

Pelatih berusia 48 tahun itu juga menjelaskan perubahan komposisi pemain yang dilakukan pada laga terakhir dipengaruhi kondisi tim yang diterpa cedera.

"Kita tahu ada beberapa pemain yang absen karena cedera. Makanya kita coba Ikhsan. Memang dia lebih bagus bermain di depan, terutama dari sisi kiri. Tadi akhirnya proses gol juga dilakukan oleh Ikhsan," ungkapnya.

Selain mengatasi absennya sejumlah pemain, rotasi juga dilakukan untuk melihat kesiapan seluruh anggota skuad sebelum memasuki Liga 2.

"Semua pemain kita coba. Harapannya tentu untuk mematangkan tim ke depannya," ucapnya.

Baca Juga: Cara War Tiket Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Merdeka, Siapkan KTP hingga Pantau Jadwal Pendaftaran Resmi, Ini Link nya!

Senada dengan sang pelatih, bek PSMS Medan Gufron memastikan tim akan menjadikan hasil di Piala Presiden Elite sebagai bahan evaluasi agar tampil lebih baik saat kompetisi resmi dimulai.

"Kami mengucapkan selamat kepada Persija atas kemenangan ini," katanya.

Dia memastikan kekalahan tersebut akan menjadi motivasi bagi PSMS untuk tampil lebih baik di Liga 2.

"Turnamen ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami. Kami akan memperbaiki semua kekurangan dan mempersiapkan diri lebih baik lagi menghadapi Liga 2 (Championship)," ucapnya.

Baca Juga: Cara War Tiket Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Merdeka, Siapkan KTP hingga Pantau Jadwal Pendaftaran Resmi, Ini Link nya!

Gufron juga menyampaikan apresiasi kepada suporter yang terus memberikan dukungan sepanjang turnamen.

"Terima kasih kepada semua suporter yang sudah datang dan terus mendukung kami. Dukungan mereka menjadi motivasi bagi kami untuk bangkit," kata Gufron.

Meski menutup Piala Presiden Elite 2026 tanpa kemenangan, PSMS membawa pulang pengalaman menghadapi tim-tim dengan kualitas tinggi seperti Port FC, Persebaya Surabaya, dan Persija Jakarta.

Baca Juga: Kisah Bung Hatta, Rela Hidup Susah demi Kesejahteraan Rakyat Lewat Koperasi, Tak Pernah Menikmati Kemewahan, Tolak Gunakan Uang Negara

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal penting bagi Ayam Kinantan-julukan PSMS-untuk membentuk tim yang lebih solid dan siap bersaing di Liga 2 musim 2026/2027. ***