POJOKSATU.id, MEDAN-Menjadi pelatih gateball Sumatera Utara (Sumut) untuk PON 2024 dilalui penuh dengan perjalanan panjang oleh seorang Jhonson Roy Hutapea.

Pasalnya, gateball bukanlah olahraga pertama yang ditekuni Jhonson Roy Hutapea hingga sekarang bertugas untuk membawa tim Sumut berprestasi dan meraih medali di PON 2024.

Ya, Jhonson Roy Hutapea dulunya bahkan aktif sebagai perenang. Dia pernah menjadi pelatih dan wasit olahraga air itu.

Pria 43 tahun ini menjelaskan sejak kecil sering dibawa kedua orang tuanya berenang dan latihan bela diri.

"Kebetulan orang tua saya guru olahraga di Siantar. Jadi dari kecil saya sudah dibawa berenang dan bela diri," ujarnya saat ditemui di Lapangan Gateball Kantor BBPJN2 Sumut, Jalan Sakti Lubis.

Baca Juga: GRATIS! 25 Pemain Top Dunia Ini Berstatus TANPA KLUB Jelang Jendela Transfer Musim Panas 2024 Ditutup

Kemudian dari Siantar, dia melanjutkan kuliah di Universitas Negeri Medan (Unimed) pada tahun 1999. Di kampus ini, dia menekuni renang tersebut hingga dipilih jadi pelatih.

"Saya ambil jurusan kependidikan dan kepelatihan olahraga, saya diterima Tim SAR dan pelatih renang tahun 2000 tentunya dengan berbagai tes," jelasnya.

Setelah itu, dia masuk di bidang kepelatihan dan perwasitan klub renang SCC Unimed. Dengan skill yang dimilikinya, dia sempat memimpin Kejuaraan Daerah (Kejurda) renang di Padangsidimpuan tahun 2020.

Selanjutnya, dengan kecintaannya dengan olahraga air, dia juga aktif di Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI).

"Saya anggota Binpres di sana, namun saya banyak diperdayakan di perwasitan," sambungnya.

Baca Juga: FIX, KPU Pastikan Masukkan Putusan MK dalam PKPU saat Pendaftaran Cakada 27 Agustus, Kans Anies Baswedan Terbuka

Di olahraga inipun, dia pernah memimpin event nasional dan internasional. "Terakhir saya memimpin pada tahun 2019 di Asahan, sebagai judge dan starter," ungkapnya.

Di tengah kesibukannya melatih di SCC Unimed, dia melihat banyak event gateball digelar di kampus tersebut. Ini adalah momennya mengenal olahraga yang juga disebut bola gawang itu.

"Saya kenal gateball 2018, gateball ini waktu Ketua Umumnya Bapak Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II Medan, Paul Ames Halomoan Siahaan, sering membuat event yang diselenggarakan di Unimed. Ketepatan saya sering melatih renang, saya lirik, ini olahraga apa, saya penasaran," kenangnya.

Dari rasa penasaran, dia mulai belajar dengan anak-anak Gateball yang di Unimed. "Ada Unimed Gateball Club, mereka rutin latihan, saya belajar dari adik-adik ini, saya tidak mau belajar dengan yang lebih muda," ujarnya.

Baca Juga: Prediksi Monchengladbach vs Leverkusen 24 Agustus, Misi Berat di Awal Kampanye Sang Juara Bertahan

Hingga pada Desember 2018, Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Deliserdang dilantik. Dia terlibat di dalamnya dan semakin menekuni.

Dia merasa gateball sebagai olahraga baru di Sumut hingga peluang untuk masuk tim dan berpretasi lebih besar.

"Kita cerita peluang, ini olahraga baru, kita bisa kembangkan ketimbang olahraga yang sudah ada, yang senioran di atas yang enggak mungkin ganggu," jelasnya.

Setelah keputusannya bulat, dia meninggalkan FAJI dan PRSI (saat ini Akuatik Indonesia) untuk fokus ke gateball.

"Saya totalitas, saya izin ke teman-teman di FAJI dan PRSI untuk foKus di gateball," lanjutnya.

Dan pada Maret 2019, Jhonson membuat pelatihan untuk pelatih gateball. Kemudian, perlahan dia semakin diandalkan hingga mampu menggelar event skala besar. Dia juga aktif sebagai pemain.

Baca Juga: Pemkab Deli Serdang Buka 322 CPNS, 170 Tenaga Kesehatan, 152 Tenaga Teknis

"Event Piala Bupati Deliserdang di bulan Juni 2019, puji Tuhan saya dapat medali padahal baru enam bulan latihan. Mungkin karena kapten saya juga bagus saat itu, saya dapat perunggu. Pesertanya delapan provinsi bahkan Gorontalo hadir," bebernya.

Selanjutnya mengadakan Kejurnas Pra PON di Balige, sekaligus Turnamen Piala Bupati Balige.

"Dan ada beberapa turnamen antarklub Sumut. Lalu Kejurda 2022 saya dapat emas, saya masih aktif sebagai pemain, saya main double atas nama Deliserdang. Itu tiket Kejurnas 2022," ungkapnya.

Dan, di momen inilah dirinya didapuk menjadi pelatih gateball Sumut. "Enggak ada pelatih saat itu, saya dipangil KONI sama Coach Andreas Lubis, diminta supaya menangani atlet, kita harus membina anak-anak supaya ada yang mengarahkan," jelasnya.

"Di Kerjunas itu, Sumut dapat satu emas di double putri, perak di tripple putri, dan perak di tripple mix," ucapnya.

Kemudian, tahun 2023 mulai melakukan Pelatda jangka Panjang. "Dan kami dipanggil KONI untuk menjadi pelatih PON. Sebenarnya saya belum layak jadi pelatih, hanya saja saya dipercayakan Amanah, kita pegang teguh," tegasnya.

Saat ini, Jhonson Roy Hutapea juga menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Prestasi Pergatsi Sumut.

Dia berharap gateball Sumut bisa mewujudkan target dua medali emas di PON 2024. Dimana, peluang ada di nomor double putra dan beregu mix putra. ***