POJOKSATU.id, MEDAN - Sebuah sekolah swasta yang berada di Lingkungan I, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan menembok sebuah jalan ke rumah warga.
Akibatnya, warga yang tinggal di lingkungan tersebut merasa terganggu karena Gang Abadi yang biasa mereka lalui ditembok dan tak bisa dilewati lagi.
Penutupan jalan dengan menembok kawasan oleh sekolah swasta ini pun menuai kontroversi. Warga sekitar menganggap jika gang tersebut seharusnya dibuka untuk umum.
Baca Juga: Polda Sumut Siapkan 1.170 Personel Gabungan dan 16 Ambulans Pada F1 Powerboat 2024 di Balige
Salah satu warga bernama Ismail, mengatakan jika Gang Abadi telah ada sejak lama bahkan sebelum ia lahir. Gang tersebut kerap digunakan warga sebagai akses utama menuju Jalan Brigjend Katamso.
Kini, dengan adanya tembok tinggi yang menghalangi akses tersebut, warga merasa kesulitan untuk keluar masuk dari lingkungan mereka.
"Ini, sudah tiga hari di tembok. Padahal ini jalan umum. Bahkan, sebelum saya lahir udah ada gang ini. Ini gang kota kemarin ada plangnya tapi sekarang nggak tahu lagi di mana," kata Ismail.
Baca Juga: F1 Powerboat 2024 Dimulai, Tingkat Okupansi Hotel dan Penginapan di Balige Meningkat 100%
Pihak sekolah Swasta itu disebut telah membeli rumah yang berada di sisi gang tersebut dan kemudian memutuskan untuk menutup akses tersebut dengan tembok.
Meski ada perwakilan sekolah yang datang memberikan penjelasan, namun tidak disertai dengan bukti pembelian yang jelas.
"Kalau bertanya ke pihak sekolah nggak ada, tapi perwakilan pihak sekolah datang dan bilang kalau masalah penembokan ini karena sudah dibeli sama pihak Global Prima, saat ditanya suratnya pun mereka nggak ada ngasih," ucap Ismail.
Baca Juga: Peresmian Bank Kaltimtara di IKN: Jokowi Mendorong Kolaborasi Antara Bank Himbara dan BPD
Sedangkan menurut warga yang menjual tanahnya ke sekolah Swasta itu sebelum ditembok, Bu Idar membenarkan jika dia menjual tanahnya berukuran 16x17 meter. Namun dia membantah jika tanah yang dia jual termasuk Gang Abadi.
"Tanah yang kita jual yang ini (sambil menunjukkan denah di salinan sertifikat tanah yang dijualnya) 16x17 (meter), ini Gang Abadi nya, ini lah tanah kita yang kita jual, paling belakang," jelas Bu Idar.
Warga sekitar berharap agar tembok tersebut dapat dibuka kembali atau setidaknya dibuatkan gerbang agar akses ke Jalan Brigjend Katamso tetap terjaga.
Mereka juga menyoroti pentingnya Gang Abadi tersebut sebagai akses yang dapat dilalui oleh mobil ambulans atau pemadam kebakaran dalam situasi darurat.
Meski demikian, pihak sekolah sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait pemblokiran Gang Abadi tersebut.
Satpam sekolah menyatakan bahwa ada kegiatan di luar sekolah sehingga meminta agar datang kembali pada hari Senin untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.
Baca Juga: Presiden Jokowi Melakukan Peninjauan di Pusat Komando IKN dan Studio Mini TVRI
Akan tetapi, warga tetap bersikeras untuk memperjuangkan agar akses tersebut dapat kembali dibuka untuk kepentingan bersama. ***

