POJOKSATU.id, PEMATANGSIANTAR - Inflasi di Kota Pematangsiantar periode Maret 2024, diprediksi karna harga komoditas cabai merah, daging ayam ras dan telur ayam.

Menurut Unit Data Statistik dan Kehumasan (UDSK) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, mengatakan inflasi Kota Pematangsiantar periode Maret 2024 berada di angka 0,61 persen.

Secara tahunan atau year on year (yoy), inflasi Kota Pematangsiantar berada diangka 3,84 persen dan inflasi 1,84 persen selama tahun 2024 berkalan atau year to date.

Baca Juga: TUTORIAL Cara Pemutakhiran Data Non ASN atau Honorer Kemenag, Mudah Bisa Lewat HP

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematang Siantar Muqorobin, Rabu (3/4/2024) menyebut, secara tahunan inflasi di Kota Pematang Siantar 3,84 persen dan menempatkan sebagai kota IHK terendah ke tiga dari delapan kabupaten/kota se Sumatera Utara.

Muqorobin menjelaskan, angka inflasi di Kota Pematang Siantar disebabkan permintaan yang tinggi pada ketiga komoditas tersebut sehingga berdampak kenaikan harga di pasar-pasar.

Permintaan tinggi dan kenaikan harga tersebut merupakan tren tahunan menjelang dan selama hari keagamaan nasional Ramadhan dan Idul Fitri.

Baca Juga: Ratusan Warga & PHL Bantargebang Lakukan Blokade Truck Sampah

Tercatat, Kota Pematangsiantar menjadi kota Indeks Harga Konsumen (IHK) dengan capaian inflasi tahunan terendah ke 3 dari 8 kab/kota di bawah Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

“Adapun komoditas yang memiliki andil inflasi terbesar Kota Pematangsiantar antara lainnya adalah cabai merah 0,14 persen, daging ayam ras 0,09 persen dan telur ayam Ras 0,06 persen,” seperti informasi tertulis yang diperoleh.

Sedangkan komoditas yang memiliki andil deflasi terbesar Kota Pematangsiantar adalah Tomat -0,12 persen, alpukat -0,02 persen dan andaliman -0,02 persen.

Baca Juga: Forum Peduli UMKM Somasi DPMPTSP Kabupaten Bandung Barat, Ancam Lapor ke Ombudsman Terkait Izin Minimarket

Secara umum, tekanan inflasi yang terjadi di Kota Pematangsiantar dan juga Kabupaten Labuhanbatu disebabkan inflasi pada cabai merah, daging ayam ras dan telur ayam ras.

Tingginya permintaan ketiga komoditas tersebut selama Hari Besar Keagamaan Nasional yakni Ramadhan dan Idul Fitri (HBKN RaFi) jadi penyebab kenaikan harga pada pasar-pasar di kedua kota/kabupaten IHK tersebut. ***