POJOKSATU.id, PELATIH Persekat Tegal, I Putu Gede sulit mengungkapkan perasaannya usai timnya berhasil menaklukkan PSMS Medan pada laga pembuka Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Utama Sumatera Utara (Sumut), Jumat malam, 12 September 2025.
Sebagai pelatih Persekat, I Putu Gede sangat senang timnya bisa menang. Namun, di sisi lain, kemenangan itu di luar prediksinya. Sementara, di lubuk hatinya, PSMS memiliki kesan tersendiri, karena pernah menangapi klub berjuluk Ayam Kinantan itu pada musim 2022.
Putu Gede mengakui salah satu faktor kemenangan timnya adalah karena keberuntungan. "Hasil yang di luar dugaan, saya kira faktor luck juga memperngaruhi pertandingan. (Perasaan) campur aduk, sedih, senang, karena rumah saya juga di Medan," ujarnya usai laga.
Pada pertandingan Jumat malam, gol kemenangan Persekat dicetak Eduard Rocky Mandosir, pada menit ke-90+5. Gol yang membuyarkan upaya tuan rumah yang berusaha menjebol gawang lawan berkali-kali.
Putu Gede menjelaskan, pada babak kedua, dirinya mengintruksikan skuatnya untuk disiplin meski diserang berkali-kali, dan tetap percaya diri.
“Di ruang ganti saya cuma bilang kembalikan kepercayaan diri dan disiplin. Karena kita tak bisa sering kehilangan bola ketika membangun serangan. Counter attack dari dua winger PSMS ini cepat, dan itu senjata mereka (PSMS),” bebernya.
Baca Juga: 15 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Mahasiswa 2025, Spek Lengkap dan Harga Terbaru
Pun, meski disebutnya faktor keberuntungan, kemenangan timnya juga tak terlepas pemain bermain sesuai intruksi.
“Sesuai game plan, karena kita bermain di sini, kita harus mendahului, lebih agresif. Kalau tidak, kita akan kalah. Makanya sejak kickoff langsung lakukan high pressing. Kalau Medan sudah menemukan ritme, sulit. Medan tetap PSMS, siapapun pemainnya,” tegasnya," sebutnya.
Selain itu, secara terang-terangan, dia menilai Stadion Utama Sumut belum seangker Stadion Teladan, homebase PSMS awal.
"Tapi ada satu (faktor) suporter, enggak sepereti di Teladan, (lebih) angker Teladan," tegasnya.
Baca Juga: Sosok Komjen Dedi Prasetyo Digadang-gadang Jadi Kapolri Baru, Bergelar Profesor dan Guru Besar
Sementara itu, Eduard Rocky Mandosir, menguangkapkan bahagianya usai menjadi pencetak gol kemenangan bagi timnya.
“Terima kasih kepada Tuhan, jajaran manajemen, pelatih, dan pemain. Hasil ini di luar dugaan, saya sangat bangga karena ini gol pertama dalam karier profesional saya,” sebutnya.
Sekadar mengingatkan, sebelum menjalani laga resmi di Pegadaian Championship, PSMS juga kalah saat laga persahabatan melawan Garudayaksa FC, Sabtu 30 Agustus 2025 di Stadion Utama Sumatera Utara, dengan skor 0-1.
Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;
Patut dinantikan, kemenangan perdana PSMS di homebase terbaru ini. PSMS akan melakoni laga away pada 20 September 2025 melawan PSPS di Stadion Kaharuddin Nasution, dan kembali ke 'kandang' pada 28 September 2025 menjamu Sumsel United. ***
