POJOKSATU.ID, SUMUT - Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) Solo 2024 tengah berlangsung.

Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Agus Fatoni optimis para atlet mampu melampaui target, mengingat Sumut tampil mengejutkan pada PON XXI Aceh-Sumut yang baru usai bulan lalu.

Untuk diketahui, Sumut mengutus 164 orang pada ajang Peparnas Solo 2024 yang terdiri dari 99 atlet, 34 pelatih, 30 ofisial dan satu Ketua Kontingen.

Baca Juga: Santri di Langkat Bakar Pengurus Ponpes, Korban Alami Luka 80 Persen

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding Peparnas sebelumnya, dimana Sumut hanya mengutus 110 kontingen dan berhasil menduduki posisi kelima.

"Kontingen yang kita utus lebih banyak, jadi kita lebih optimis, kita juga baru saja selesai sebagai tuan rumah PON dengan finish di posisi keempat, naik dari posisi ke-13 di PON sebelumnya,” kata Fatoni, Rabu (9/10/2024).

Dikatakannya juga, event ini merupakan penyetaraan penyandang disabilitas. Fatoni berharap atlet-atlet Sumut mampu memanfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin.

Baca Juga: Kisah Perjalanan Cinta Ikang Fawzi dan Marissa Haque: Kesepakatan untuk Saling Setia Hingga Maut Memisahkan Jadi Kenyataan

"Pemerintah Indonesia ingin menyetarakan atlet penyandang disabilitas agar mendapat kesempatan yang sama mengharumkan nama bangsa dan berpreatasi," kata Fatoni didampingi Pj Ketua TP PKK Sumut Tyas Fatoni.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo pada pembukaan Peparnas 2024 berpesan kepada seluruh kontingen agar bertanding dengan semangat persaudaraan dan menjunjung sportivitas tinggi.

Hal ini tentunya sesuai dengan tema Peparnas 2024 'Bedo Nanging Digdoyo' yang artinya berbeda-beda tetapi digjaya.

Baca Juga: Nama Dimas Seto Dikaitkan Orang Ketiga di Kasus Perceraian Baim Wong dan Paula Verhoeven, Dhini Aminarti Tanggapi Kalem

"Bertandinglah dengan semangat persaudaraan, sportif sesuai tema Peparnas ‘Bedo Nanging Digdoyo’, berbeda-beda tetapi digjaya," kata Presiden.

Dalam kesempatan ini, Presiden juga mengapresiasi semangat saya juang atlet disabilitas. Di mana atlet disabilitas Indonesia mampu merebut juara Asean Paragames tiga kali berturut-turut.

"Kita semua patut bangga karena para atlet penyandang disabilitas Indonesia daya juangnya luar biasa, prestasinya juga sangat membanggakan. Keterbatasan bukanlah menjadi penghalang," ucap Presiden.

Baca Juga: Cara Efisien Mengatur Persediaan dari Supplier Ayam untuk Bisnis

Sementara itu, berdasarkan laporan Menpora Dito Ariotedjo, event empat tahunan ini diikuti oleh 35 provinsi.

Event kali ini mempertandingkan 20 cabang olahraga, 680 nomor pertandingan dan diikuti 4.625 atlet.

"Ini merupakan wujud nyata olahraga adalah milik semua orang. Melalui ajang ini melakukan komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk terus memperjuangkan kesetaran para penyandang disabilitas," kata Menpora. ***