POJOKSATU.id, DELI SERDANG- Ratusan pengungsi Rohingya yang terdampar di Kabupaten Deli Serdang, mulai dapat penolakan dari warga.
Untuk menangani hal tersebut Bupati Deli Serdang, HM Ali Yusuf Siregar mengatakan bahwa kasus tersebut akan dibicarakan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut).
Pada Kamis (4/1/2023) Bupati Deli Serdang, HM Ali Yusuf Siregar memimpin Rapat Pembahasan Penanganan Pengungsi Rohingya di Ruang Rapat, Lantai II, Kantor Bupati Deli Serdang.
Baca Juga: Segini Gaji Pengawas TPS pada Pemilu 2024. Cek Syarat Dokumen yang Harus Dilengkapi!
Dikatakannya bahwa, kehadiran para pengungsi tersebut di Desa Karang Gading, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, mendapat banyak penolakan dari masyarakat sekitar.
"Hal ini juga harus dibicarakan kepada pihak lebih tinggi, yaitu gubernur. Dalam hal ini, sebelum ada kebijakan dari gubernur, saya berharap aparat desa dan Babinsa serta Bhabinkamtibmas harus terus berjaga tempat tersebut," jelas Bupati.
Hingga saat ini, penanganan kasus terhadap pengungsi Rohingya yang terdampar masih dilakukan pendataan oleh aparat pemerintah desa dan kecamatan, serta koosrdinasi antar perangkat daerah.
Baca Juga: Bawaslu Sumut Rekrut 45.875 Orang Untuk Pengawas TPS Pemilu 2024. Cek Syarat Pendaftarannya Di Sini!
Bupati Deli Serdang, HM Ali yusuf Siregar meninjau kondisi pengungsi Rohingya di Betung Camar Kuala Besar, Desa Karang Gading, Kecamatan Labuhan Deli, Deli Serdang.
Bupati memberikan bantuan makan kepada para pengungsi. Diharapkan, para pengungsi bisa diperiksa kesehatannya dan diberi bantuan obat-obatan.
Para pengungsi tersebut terdampar di Pantai Kuala Besar, Desa Karang Gading, pada Sabtu malam, pukul 19.00 WIB. Sebanyak 152 pengungsi Rohingya tersebut terdiri dari, 58 pria dewasa, 41 perempuan dewasa, 53 anak-anak. ***

