POJOKSATU.id, SUMUT - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) ikut dalam rakor secara virtual yang diadakan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk pengamanan dan harga pangan jelang Ramadan dan Idul Fitri 2024.
Sebelumnya, Pj Gubernur Sumut Hassanudin menyampaikan, menyambut baik arahan Pemerintah Pusat terkait upaya menjaga ketersediaan dan harga pangan, menjelang Ramadan dan Idul fitri. Serta terkait pengendalian inflasi di daerah.
Dikatakannya, Pemprov Sumut, optimis pengendalian inflasi semakin baik ke depan. Apalagi dengan adanya transformasi digital di berbagai bidang.
Transformasi digital diyakini mampu memperkecil berbagai hambatan, baik bidang perdagangan, pemerintahan atau lainnya.
Di tahun 2023, berdasarkan data East Ventures-Digital Competitiveness Index (EV-DCI), daya saing digital Sumut meningkat 5,7 poin (43,9) dibanding tahun 2022 (38,2).
Kenaikan angka ini membawa Sumut naik peringkat dari posisi 13 ke posisi 10.
Kenaikan signifikan juga terjadi pada bidang kewirausahaan dan produktivitas, usai Sumut menggelar program fast track digital untuk 1.000 UMKM.
Selain itu, Sumut juga mengimplementasikan digitalisasi di bidang pertanian, di mana komoditas pertanian seperti cabai, bawang merah, beras dan lainnya sering menjadi penyebab meningkatnya inflasi.
“Dari banyak penelitian digitalisasi keuangan memiliki hubungan signifikan dengan inflasi, oleh karena itu, kami concern dengan hal ini, melihat trend inflasi kita di mana sektor pertanian berandil besar pada inflasi maka intervensi digital di sektor pertanian sangat diperlukan,” kata Hassanudin.
Baca Juga: Kebiasaan Andi F Noya Dibongkar Anaknya Sendiri, Marlo Ernest Malah Akui Malah Sampai Iri
Menurut Hassanudin, upaya-upaya berdampak signifikan pada inflasi Sumut yang terkendali di akhir tahun 2023.
Inflasi Sumut pada November 2023 sebesar 3,20% (yoy), lebih tinggi dari nasional (2,86%) dan di Desember menurun ke angka 2,25% (yoy), lebih rendah dari nasional (2,61%)
Untuk mengendalikan harga bahan pangan pokok (Bapok), terutama menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1445 H, katanya, Pemprov Sumut juga menggelar Pasar Murah di sejumlah kabupaten/kota, sejak Februari hingga Maret mendatang.
Baca Juga: Analisis Head to Head dan Data Statistik: Manchester City vs FC Copenhagen
Disebutkan, pasar murah dilaksanakan mulai tanggal 1 Februari hingga 7 Maret 2024 di 14 kabupaten/kota se-Sumut.
Adapun daerah tempat dilaksanakannya pasar murah antara lain:
1. Karo - 1 Februari
2. Padangsidimpuan - 5 Februari
3. Mandailing Natal - 6 Februari
4. Batubara - 16 Februari
5. Sibolga - 19 Februari
Baca Juga: Perjalanan Akhir Po Sebagai Sang Dragon Warrior dalam 'Kung Fu Panda 4'
6. Tapanuli Tengah - 20 Februari
7. Simalungun - 23 Februari
7. Pematangsiantar - 26 Februari
8. Kisaran - 29 Februari
9. Tanjungbalai - 1 Maret
10. Labuhanbatu Utara - 5 Maret
11. Labuhanbatu - 6 Maret
12. Medan - 27-29 Maret
13. Deliserdang - 5-7 Maret.
Setiap hari beras yang dijual di pasar murah tersebut mencapai 5 ton, minyak goreng 2 ton, telur ayam 200 papan, gula pasir 1 ton, dan lainnya.
“Semoga dengan pasar murah ini, harga-harga cepat terkendali apalagi menjelang Ramadan,” kata Hassanudin. ***

