POJOKSATU.id, BINJAI - Diduga dibunuh karyawannya, seorang pemilik doorsmeer inisial M ditemukan bersimbah darah di tempat usahanya.

Tempat usaha tersebut berada di Jalan Binjai, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Menurut seorang karyawan M yang juga saksi mata dalam peristiwa tersebut, bernama Azar mengatakan kejadian itu terjadi pada Senin (25/12/2023) malam.

Baca Juga: Satu Unit Mobil Tertimpa Longsor di Jalinsum Tarutung-Sipirok Berhasil Diselamatkan Polres Taput

Kala itu Azar yang rumahnya berdekatan dengan doorsmeer korban, tengah istirahat setelah pulang kerja.

Lalu dia mendengar suara teriakan minta tolong dari istri korban.

"Tiba-tiba istri (korban) keluar doorsmeer berteriak minta tolong,  sekitar 19.30 WIB," ujar Azar saat diwawancarai wartawan di dekat lokasi kejadian, Rabu (27/12/2023).

Baca Juga: Ketua KONI Incumbent Terjungkal, Pemilihan Ketua KONI Purwakarta Sempat Menegangkan Aris B Limbong Unggul 13 Suara Dari M Husni

Kemudian Azar datang ke doorsmeer dan disana dia melihat korban telah tewas bersimbah darah.

"Korban sudah tidak bernyawa lagi,  banyak darah keluar dari bagian kepalanya, perut dan daerah pinggang," kata Azar.

Ditambahkan Azar, korban diduga dibunuh 5 karyawannya yang bertugas membersihkan kendaraan konsumen di doorsmeer.

Baca Juga: Oknum Polisi Anggota Polda Sulsel Tipu Pengusaha di Makassar, Modusnya Tawarkan Rumah Murah, Ternyata Pemain

Karena pasca kejadian mereka melarikan diri. Menurut Azar korban diduga dibunuh menggunakan alat bengkel.

"Pakai peralatan dongkrak, besi, dan obeng. Alat-alat itu ditemukan di situ (lokasi kejadian) dengan kondisi berdarah," ujarnya.

Setelah kejadian kata Azar, polisi langsung ke lokasi kejadian untuk proses penyelidikan.

Baca Juga: Jangan Salah! Ini Aturan Terbaru Pengisian Riwayat Pendidikan saat Pengisian DRH NI PPPK 2023 Ijazah S1, S2, S3

Terpisah Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa telah mengidentifikasi identitas pelaku.

Namun dia belum merinci siapa pelakunya.Timnya masih melakukan pengejaran.

"Masih dalam proses pengejaran," ujar Fathir. ***