POJOKSATU.id, NIAS - Dua pelaku terduga pembunuhan calon siswa (Casis) TNI AL di Lanal Nias, Iwan Sutrisman Telaumbanua (21), ditahan di dua lokasi yang berbeda.
Komandan Denpom Lanal Nias Mayor Laut (PM) Afrizal, mengatakan Serda Adan ditahan di kolasi Pom Lantaman Padang, sementara Alfin seorang sipil yang ikut membantu di tahan di Sumatera Barat (Sumbar).
"Serda AAM ditahan di Pom Lantamal II Padang dan Sipil di Polres Sawah Lunto Sumatra Barat," ujar Afrizal, Senin (1/4/2024).
Baca Juga: Korlantas Polri Resmikan Command Center KM 188 Tol Cipali
Afrizal mengatakan jika pelaku telah ditahan dan ditetapkan tersangka sejak 29 Maret 2024, kemudian diserahkan ke Pom Lantamal II Padang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Dalam hal ini juga, Afrizal membenarkan pelaku telah menerima Rp200 juta untuk membantu meloloskan tanpa tes dari keluarga korban.
"Ya benar, untuk Pasal dijerat 340," ucap Komandan Denpom Lanal Nias.
Baca Juga: 9 Kg Sabu Gagal Edar, Polres Asahan Tangkap 5 Orang Tersangka Jaringan Malaysia
Afrizal mengatakan, terkait kasus yang melibatkan Serda Adan pihaknya akan memproses sesuai prosedur hukum yang berlaku. TNI AL menurutnya juga akan menindaklanjuti kasus ini dengan serius.
Sebelumnya dalam keterangan yang diterima, Komandan Lanal Nias Kolonel Laut (P) Wishnu Ardiansyah mengatakan pada 25 Maret 2024 diterima laporan secara lisan dari masyarakat atas nama LT (48) warga Desa Lahusa Idanotae, Kecamatan Idanotae, Kabupaten Nias Selatan ke Posal Gunung Sitoli tenrang kehilangan anggota keluarga.
Kemudian 26 Maret 2024, LT (48) orang tua dari IST melapor kepada TNI AL Lanal Nias telah hilang sejak 22 Desember 2022, dimana anak tersebut pada 16 Desember 2022 berangkat dari Nias menuju ke Padang bersama dengan Serda AAM yang berdinas di Denpom Lanal Nias.
Menindaklanjuti itu, Dandempomal melakukan pemeriksaan dan penahanan terhadap terhadap terduga pelaku Serda AAM.
"Pada 28 Maret 2024 mendapatkan pengakuan bahwa Serda AAM bersama seorang warga sipil yaitu MAA telah menghilangkan nyawa IST pada tanggal 24 Desember 2022 sore dengan cara ditusuk bagian perut menggunakan pisau dan mayatnya dibuang di jurang daerah Talawi Sawahlunto Sumatera Barat," ujar Wishnu.
Selanjutnya, Lanal Nias berkoordinasi dengan Komando atas dalam hal ini Lantamal II Padang dan Koarmada I, untuk proses hukum selanjutnya dilimpahkan ke Lantamal II Padang sesuai dengan TKP dugaan tindak pidana tersebut.
TNI AL menindaklanjuti pengaduan tersebut melalui proses hukum sesuai ketentuan dan akan memberi sanksi setimpal dengan perbuatan yang mencoreng nama baik TNI.
Penyidik TNI AL juga bersinergi dengan Polri dalam hal ini Polres Sawahlunto dan Polres Solok. Pihak TNI AL juga berkomunikasi dengan pihak keluarga sebagai pelapor mengenai perkembangan penyidikan.
"Bahwa dalam rekrutmen prajurit TNI AL tidak dipungut biaya apapun dan tanpa gratifikasi dan uang, apabila ada ditemukan oknum mengatasnamakan TNI AL untuk melakukan pemungutan biaya ataupun penyalahgunaan wewenang dalam melakukan rekrutmen agar segera dilaporkan ke Mako Lanal Nias," tegas Komandan Lanal Nias. ***

