POJOKSATU.ID - Seorang netizen di Kota Binjai melaporkan perjalanannya terganggu karena ada gerombolan pelaku balap liar memblokade jalan raya.

Kejadian ini terjadi di Jalan Megawati, Kota Binjai, Sumatera Utara, saat akhir pekan di siang bolong.

Sejumlah pengendara terpaksa berhenti lantara di depannya sudah ada beberapa motor yang menghalangi jalan.

Baca Juga: KPU Resmi Tetapkan 16 Dokumen Syarat Capres-Cawapres yang Tak Bisa Diakses Publik Tanpa Izin

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @majeliskopi08, terlihat ada seorang joki duduk di atas motor yang telah dimodifikasi untuk ajang drag, diduga akan dipakai untuk balap liar.

Rekan-rekannya yang berada di depan melakukan gestur tubuh meminta pengendara di belakang untuk menghentikan kendaraannya.

Di bawah sinar matahari, sejumlah pengendara terpaksa menunggu cukup lama hingga mereka selesai melakukan pengaturan pada mesin motor tersebut.

Baca Juga: Mau Lolos TKA SMA 2025? Simak Kisi-kisi Resmi, Materi Wajib, hingga Soal Simulasi Online

Ketika sudah melaju, sekelompok orang tersebut tak menepi, karena percobaan pertama dianggap gagal.

Mereka kembali meminta pengendara untuk menunggu dan tak membiarkan satu kendaraan pun lewat.

Para pengendara sudah membunyikan klakson tapi mereka tanpa wajah berdosa, dengan santai melanjutkan aktivitas sia-sia.

Baca Juga: Beredar Dugaan Perselingkuhan Irjen KM dan Kompol AP, Rismon Sianipar Ikut Membahas di You Tube

Menurut laporan warga, Jalan Megawati di Kota Binjai memang sudah jadi arena balap liar sejak pertama kali selesai di banguan, bertahun-tahun lalu.

Namun, dikatakan belum ada tindakan tegas dari pihak berwenang untuk meringkus pelaku balap liar yang mengganggu kenyamanan dan keamanan pengendara lain.

Masyarakat setempat berharap pihak berwenang melakukan patroli untuk membubarkan mereka yang sering beraksi di akhir pekan.

Baca Juga: WMSJ 2025 Jadi Panggung Doa dan Pesan Damai untuk Palestina, Ribuan Peserta Baca Al-Fatihah di Cibubur

Hampir semua pengendara, tampak tak ada yang berani menegur, mereka hanya bisa membunyikan klakson.

Pengendara tak mau ambil risiko, karena jumlah gerombolan pembalap liar ini cukup banyak.

Sehingga mengharapkan bantuan dari pihak berwenang, agar Kota Binjai kembali menjadi aman dan kondusif.***