POJOKSATU.id – Tingginya kebutuhan layanan kesehatan di Kota Medan mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Medan mempercepat peningkatan kapasitas RSUD Dr. Pirngadi, termasuk rencana pembangunan gedung baru.
Lonjakan kebutuhan layanan kesehatan, khususnya untuk pasien penyakit kronis seperti ginjal, menjadi perhatian serius Pemko Medan.
Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap mengungkapkan, permintaan layanan rumah sakit saat ini terus meningkat, bahkan kapasitas yang ada dinilai belum mencukupi.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Ginjal Sedunia di Instalasi Hemodialisa RSUD Dr. Pirngadi Medan, Sabtu (4/4/2026).
Saat ini, instalasi hemodialisa RSUD Dr. Pirngadi telah memiliki sekitar 40 mesin yang mampu melayani hingga 80 pasien per hari.
Meski demikian, angka tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan seiring meningkatnya jumlah pasien yang membutuhkan layanan cuci darah.
“Permintaan layanan kesehatan masih sangat tinggi, termasuk untuk rawat inap,” ujar Zakiyuddin.
Tak hanya layanan cuci darah, keterbatasan tempat tidur juga menjadi persoalan.
Saat ini, RSUD Dr. Pirngadi hanya memiliki sekitar 130 tempat tidur untuk pasien BPJS, sementara permintaan terus meningkat.
Bahkan, pemerintah kota mengaku masih sering menerima permintaan langsung dari masyarakat terkait kebutuhan kamar perawatan.
Baca Juga: Dua Opsi Penyelamatan Pilot dan Kru AS yang Ditembak Jatuh di Iran, Bak Skenario Film Hollywood
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pemko Medan telah menyiapkan rencana pembangunan besar di RSUD Dr. Pirngadi.
Dalam dua tahun ke depan, rumah sakit ini akan memiliki gedung baru setinggi tujuh lantai lengkap dengan fasilitas parkir dua lantai.
Pembangunan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan sekaligus menjawab lonjakan kebutuhan masyarakat.
Namun demikian, Zakiyuddin menegaskan bahwa peningkatan fasilitas saja tidak cukup.
Ia menilai kualitas pelayanan menjadi faktor utama yang harus dibenahi.
Menurutnya, sikap tenaga kesehatan dalam melayani pasien sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan.
“Kalau pasien disambut dengan baik, itu sudah setengah dari kesembuhan,” ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan program Universal Health Coverage (UHC) yang memudahkan masyarakat berobat cukup dengan KTP.
Baca Juga: Israel Harusnya Dikenai Sanksi atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI Pasukan Penjaga Perdamaian PBB
Program ini dinilai menjadi solusi penting dalam menjangkau masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. ***

