POJOKSATU.id, MEDAN-Kabar kurang menyenangkan datang dari Suharto AD, mantan Pelatih PSMS Medan dan Sada Sumut FC. Pria kelahiran tahun 1961 itu terserang stroke, dan harus melakukan aktivitas dengan kursi roda.
Suharto AD yang biasanya terlihat gagah saat melatih, kini harus berjuang sembuh dari stroke yang membuat bagian kiri tubuhnya tak berdaya.
Suharto AD harus dibantu anak dan keluarganya untuk melakukan aktivitas dengan kursi roda. Tubuhnya juga tampak kurus dan menua dengan rambut putih yang mulai tumbuh di kepala plontosnya.
Baca Juga: Kisah Konflik Lionel Messi dan Rafael Marquez di Barcelona
Beruntungnya, syaraf-nya yang lain tidak terganggu akibat stroke itu. Dia masih ingat semua orang yang datang menjenguknya, dan masih semangat untuk bicara.
"Iya semangat untuk sembuh," ujarnya saat berbincang dengan beberapa jurnalis olahraga di Medan yang mengunjunginya, Selasa, 12 Februari 2024 di Jalan Karya Bersama, Medan Johor.
Di atas kursi roda itu, Suharto AD menjelaskan stroke yang menimpanya terjadi usai dirinya menjalani perawatan di ICU salah satu rumah sakit dekat kediamannya.
Ya, sebelumnya, dia dirawat beberapa hari rumah sakit, karena asam lambung dan diabates. Kondisinya sempat membaik dan masih tampak bugar.
Namun, sejak awal Desember 2023, dia mengalami sesak nafas hingga dilarikan kembali ke rumah sakit hingga dimasukkan ke ICU.
"Stroke-nya datang setelah aku keluar dari ICU," ungkapnya.
Baca Juga: Kisah Hijrah Eks Bek Timnas dan PSMS Medan, Fadly Hariri : Ingat Ajal hingga Jadi Bos Showroom Mobil
Meski begitu, Suharto AD memastikan akan berjuang untuk kembali normal. Dia juga semangat untuk cek medis atau kontrol rutin di rumah sakit.
Seperti kemarin, dia didampingi menantu dan adik sepupunya menjalani kontrol. Setelah selesai, dia kembali ke rumah dan didudukkan di kursi roda.
Dia terlihat senang mendapati beberapa jurnalis yang mengunjunginya. Suharto dikenal sebagai sosok bersahaja. Dia selalu mengganggap awak media adalah teman juga adik.
Dengan jurnalis olahraga, Suharto masih semangat bercerita tentang bola dan politik tanah air. Meski kata-kata yang keluar dari mulutnya tak sejelas biasanya, dia senang punya teman cerita.
Walaupun di atas kursi roda, Suharto AD, memastikan akan tetap datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan hak suaranya di Pemilu 2024.
"Aku besok nyoblos, sayang kalau enggak digunakan," tegasnya.
Baca Juga: Susul Sada Sumut FC, Klub PSDS Deliserdang Degradasi ke Liga 3 usai Bermain Imbang Lawan Persikab
Sejak sakit, Suharto mengatakan belum banyak yang menjenguknya. Selain jurnalis olahraga, ada Julius Raja, mantan Sekum PSMS yang sudah datang melihat kondisinya.
Dia tak mempermasalahkan itu. Dia hanya berharap doa mengalir untuk kesembuhannya.
"Doain aku cepat sembuh ya," ungkapnya.
Sementara itu, anak keempat Suharto, Dhilla yang mendampingi ayahnya memohon doa dari pecinta sepak bola Sumut agar ayahnya bisa kembali beraktivitas dengan baik.
"Mohon doanya untuk kesembuhan ayah saya, agar bisa melatih bola lagi," ujarnya.
Seperti diketahui, karir kepelatihan Suharto AD terakhir adalah membawa Sada Sumut FC yang saat itu masih berlabel Karo United promosi ke Liga 2.
Namun, pada setengah kompetisi Liga 2 musim 2023-2024, dia berhenti lalu posisinya digantikan Joko Susilo hingga akhir musim.
Sada Sumut FC makin hancur lebur di playoff di tangan pelatih Muhamad Yusuf Prasetyo dan resmi degradasi atau balik ke Liga 3. ***
