POJOKSATU.id, SUMUT - Salah satu aksesoris penting yang kerap dipakai pengantin Batak adalah Sortali, sebuah ikat kepala khas budaya Batak yang dipakai oleh wanita pada acara adat.

Pada pemeran International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2024, di Jakarta Convetion Center (JCC), Jakarta. Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mendapat kesempatan beri pelatihan cara membuat sortali kepada pengunjung.

Dalam pernikahan adat Batak khususnya Toba, ada bagian penting dalam riasan pengantin. Di mana bagian penting itu memiliki makna filosofis yang mengandung doa dan harapan kedua mempelai.

Baca Juga: Melihat Lebih Dekat Destinasi Wisata Perternakan Sapi di Cimory Dairyland Puncak Bogor

Sortali merupakan ikat kepala berwarna merah yang dipadukan dengan tembaga berlapis emas. Sortali ini selalu dikenakan pada boru ni raja atau perempuan batak yang akan mengadakan Ulaon Unjuk (Pesta Adat).

Makna Filosofis Sortali
Penggunaan Sortali dinilai wajib, dikarenakan tradisi sakral pada pernikahan adat Batak yang melambangkan kemakmuran, dan kebaikan untuk kedua mempelai.

Sortali juga melambangkan kebahagiaan yang dirasakan karena bersatunya seluruh keluarga dalam satu ikatan.

Baca Juga: 13 Kabupaten/Kota di Sumut Ikut Inacraft 2024 di Jakarta, Hassanudin Motivasi Pengrajin Manfaatkan Kesempatan

Bagian emas yang terdapat pada Sortali melambangkan arti kemakmuran untuk kedua mempelai.

Sementara itu, tali pada bagian belakang melambangkan tentang bersatunya seluruh keluarga dalam satu ikatan. Sedangkan warna merah bermakna arti kekuatan.

Sedangkan, Kepala menjadi tempat peletakan Sortali dinilai sebagai bagian yang terhormat. Sehingga melambangkan kehormatan. Sortali juga menambah keanggunan pengantin wanita yang menggunakannya.

Baca Juga: DIPERMUDAH! INI SKEMA BARU PPG Daljab 2024 Tanpa Pretest Lengkap Kuota dan Kriteria Guru Dijamin Dapat Panggilan

Selain, makna yang ada pada bagian Sortali. Ternyata penempatan Sortali juga memiliki arti yang sangat menarik. Sortali biasanya digunakan pada bagian kepala wanita dengan cara diikat.

Benda yang dilambangkan sebagai persatuan antar dua keluarga ini, menunjukkan kesucian pernikahan adat Batak, kehormatan, kecantikan bagi pengantin dan kebaikan bagi pasangan yang melaksanakan pernikahan dan seluruh keluarga. ***