POJOKSATU.id, MEDAN - Masyarakat Kota Medan mengeluhkan gas elpiji 3 kilogram yang semakin sulit dicari hingga hari ini, Senin (24/7/2023).
Krisis gas elpiji 3 kg tersebut sangat berimbas kepada pedagang UMKM. Bahkan ada yang mengaku kehilangan omset Rp 1 juta per hari.
Kesulitan tersebut dirasakan pedagang yang menjual sarapan pagi di Jalan Teladan Barat, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan medan Kota.
Baca Juga: Pemkot Bandung Target 2045 Zero Stunting, SDM Berkualitas
Elvira mengaku, tidak adanya pasokan gas yang dijual sejumlah agen dan pangkalan, menyulitkan memproduksi hasil dagangannya.
"Dua hari sudah tak berjualan. Ke mana-mana sudah saya cari tak ada yang jual gas," kata Elvira.
Pedagang tersebut, tidak hanya mencari keberadaan gas 3 kg, yang dekat dengan rumahnya. Bahkan ia telah mencari ke kawasan Jalan Halat, Jalan Katamso, Jalan Juanda hingga ke kawasan Simpang Limun.
Baca Juga: Peduli Anak, Pemkot Bandung Gelontor sampai Rp120 Miliar untuk Program RMP
Akibat dampak ini, Elvira mengaku telah mengalami kerugian atau tidak memperoleh omset sebesar Rp 1 juta per hari.
"Rugilah selama tak berjualan. Lumayan juga ruginya, omset satu juta hilang," ujarnya.
Menurutnya, dari sejumlah pangkalan dan agen gas elpiji 3 kilogram yang dijumpai, tidak memberikan alasan yang jelas atas kelangkaan tersebut.
Penjual gas hanya mengaku tidak mendapat pasokan dari Pertamina.
Baca Juga: Ade Puspitasari Dorong Penuh Program Digitalisasi di Jawa Barat
Elvira berharap agar kelangkaan ini tidak berlangsung lama. Jika masih berlangsung, kerugian besar akan terus terjadi terhadapa dagangannya.
Sementara itu, Rasul Mandai yang merupakan seorang penjahit di kawasan Teladan Barat mengatakan ia harus membawa KTP saat membeli gas di kedai-kedai terdekat.
"Agak susah cari gas beberapa hari ini memang. Kalaupun ada penjual itu minta KTP kita, kalau kita memang orang kelurahan sini." ujarnya.
Ia juga mengaku kesulitan menemukan gas yang ada di kedai-kedai dekat rumahnya. Bahkan kerap sering habis. ***
Baca Juga: Luncurkan Program Kehati, Komitmen Inalum Lindungi Lingkungan di Toba dan Batubara

