POJOKSATU.id, MEDAN-Manajemen PSMS Medan merespon upaya Sriwijaya FC yang ternyata belum menghentikan langkah untuk mendapatkan kembali empat poin yang telah dikurangi akibat hukuman Komdis PSSI.

Dimana, manajemen Sriwijaya melayangkan surat peninjauan kembali (PK) atas keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI kepada Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir, setelah upaya banding ditolak. Dan, manajemen PSMS berharap ini tak dikabulkan.

Ya, setelah mendapatkan hukuman pengurangan tiga poin setelah tak menyertakan satu pemain U-21 pada starting line-up menghadapi Semen Padang FC, Minggu, 1 Oktober 2023, manejemen Sriwijaya FC mengajukan banding namun ditolak.

Baca Juga: Nama-nama Korban Gunung Marapi Terbaru, Sudah 22 Orang Berhasil Diidentifikasi Tim DVI Polda Sumbar

Oleh karena itu, tidak hanya pengurangan tiga poin, banding yang ditolak membuat Komite Banding (Komding) PSSI juga menarik satu poin yang didapatkan pada laga yang berakhir imbang 0-0 kontra Semen Padang.

Hingga total tim Laskar Wong Kito itu kehilangan empat poin. Inilah yang akhirnya membuat Sriwijaya FC melayangkan PK. Namun, langkah ini tentu akan membuat posisi PSMS rawan jika nantinya dikabulkan PSSI.

Chief Operating Officer (COO) PT Kinantan Medan Indonesia (KMI), Andry Mahyar Matondang, PSMS menilai, jika PK tersebut dikabulkan, akan mencoreng marwah Komdis dan PSSI secara umum.

Baca Juga: Sembunyikan Fakta Askara Parasady Selingkuh dengan Keponakan Ashanty, Nindy Ayunda Akui Kecewa dengan Istri Anang Hermansyah Itu

"Bukan kontroversum (kontroversi) antara PSMS dan Sriwijaya, tetapi tidak ada regulasi yang mengisyaratkan terjadinya PK sehingga pengembalian poin itu sama sekali tak memiliki dasar. Artinya tatkala itu terjadi, putusan Komdis itu tidak memiliki wibawa nantinya," ujar Andry Mahyar, Rabu Desember 2023.

Andry berharap, semua pihak dapat mematuhi keputusan Komdis dan Komding PSSI tesebut. Apa lagi, menurutnya tidak ada PK untuk keputusan-keputusan Komdis PSSI.

"Kami berharap agar segala keputusan yang sudah ditetapkan baik oleh PSSI, Komdis maupun PT Liga itu dapat dihormati bersama," tegasnya.

Walaupun ini haknya Sriwijaya FC, tapi menurut Andry tidak ada PK untuk keputusan-keputusan Komdis.

Baca Juga: Makin Memanas, Arya Sinulingga Laporkan Balik Presiden Persiraja Nazaruddin Dek Gam

"Analoginya adalah, banding saja tak boleh, konon lagi PK," ungkap pria yang juga praktisi hukum tersebut.

Andry Mayhar mengaku jika Erick Thohir mengabulkan PK pihak Sriwijaya FC, PSMS Medan akan dirugikan untuk merebut tiket 12 Besar.

Saat ini, PSMS ada di peringkat tiga dengan 15 poin, berbeda tiga poin dari Persiraja yang ada di peringkat kedua. Sedangkan Sriwijaya ada di peringkat empat dengan 13 poin. Otomatis jika upaya tim Palembang itu dikabulkan maka posisi PSMS bisa tergeser dan peluang lolos makin teramat berat dengan hanya sisa dua laga.

"Kalau itu terjadi apakah kemudian akan berpengaruh kepada PSMS? Berpengaruh pasti, tapi tidak juga menutup kemungkinan PSMS masuk 12 besar karena belum tentu juga Sriwijaya bisa mengalahkan kita di kandangnya (Minggu 17 Desember 2023) mendatang)," ungkapnya.

Baca Juga: Tersangka Gratifikasi di KPK, Wamenkumham Eddy Hiariej Ajukan Pengunduran Diri ke Presiden

Andry pun memastikan akan melakukan protes jika PSSI mengabulkan PK Srwijaya.

"Yang pasti segala keputusan yang diambil di luar kapabilitas ketua umum itu tidak boleh terjadi. Kami (PSMS) pasti akan melakukan protes juga apabila itu merugikan tim kita nantinya. Kalau PK mereka (Sriwijaya FC) dikabulkan, 'lawak-lawak' sepak bola Indonesia," tegas Andry. ***