POJOKSATU.ID - Salah satu masalah yang harus diselesaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) adalah sampah. 

Untuk itu, Pemprov Sumut menghadirkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Universitas Sumatera Utara (USU).

Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution meluncurkan secara resmi TPST USU tersebut. Menurutnya ini berpotensi menjadi pemecah masalah sampah di Sumut.

Baca Juga: Warga Desa Jayamanik Segel Kantor PTPN VIII, Tuntut Janji Perbaikan Jalan Ditepati

TPST USU menawarkan pengolahan sampah yang sistematis, bahkan memanfaatkan sampah menjadi produk yang bernilai ekonomis. 

Skema ini, menurut Bobby Nasution, bisa terus dikembangkan untuk mengurangi permasalahan sampah dari skala mikro.

“Ini tidak seperti TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang menangani sampah secara makro, kita bergerak dari skala mikro dan saya rasa untuk masalah sampah tepat menggunakan skema ini, apalagi TPST ini punya nilai ekonomis,” kata Bobby Nasution, usai meluncurkan dan melihat langsung pengoperasian TPST di Jalan Tri Darma, Pintu 4 Kampus USU, Medan, Selasa (6/5/2025).

Baca Juga: JADWAL PENCAIRAN GAJI ke 13, Ini Rincian Lengkap Besaran dan Daftar Penerimanya

Ada enam area sistematis di TPST yang digunakan Fakultas Teknik USU, pertama area pemilihan dan pencacahan, kedua pirolisis dan insinerator, ketiga pengomposan, keempat budidaya magot, kelima produksi pelet magot, dan keenam peternakan ikan dan unggas dari pelet magot.

Semua area ini terkait satu sama lain, proses pada pirolisis dan insenerator bisa menghasilkan bahan bakar, pengomposan dilakukan magot, kemudian magot dibuat menjadi pelet untuk pakan ternak.

“Ini bisa diaplikasikan di masyarakat, tetapi hal yang sangat penting adalah dalam pemilihan sampah di rumah tangga, kalau kita minta rumah tangga memilah sampah berarti kita harus bangun infrasturktur dan sarana penunjangnya juga, menyiapkan pengangkutan khusus, dan lain-lain, tentu ini butuh upaya kita bersama,” kata Bobby Nasution.

Baca Juga: 20 Contoh Soal Jawaban dan Pembahasan Lengkap IPS SMP Kelas 7 Bab Mengenal Lokasi Tempat Tinggal, Menuju Paham Geografis

Saat ini, TPST USU masih beroperasi untuk lingkungan kecil, memanfaatkan sampah-sampah yang ada di sekitar USU. 

Rektor USU Muryanto Amin berharap banyak yang mengimplementasikan TPST ini untuk menyelesaikan masalah sampah di lingkungannya.

“Ini bisa diterapkan di desa, kelurahan, karena memang skalanya tidak besar, tetapi bila banyak yang menerapkan tentu permasalahan sampah di sekitar kita akan berkurang, apalagi produk dari TPST memiliki nilai ekonomis terutama pelet magot,” kata Muryanto Amin.

Baca Juga: Bocoran Besaran Gaji ke 13 yang Akan Diterima PNS Bulan Juni Nanti, Ada yang Capai Rp30 Juta?

Hadir pada peluncuran TPST ini Sultan Deli Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam Shah yang juga merupakan salah satu pengembang TPTS USU, Kepala Dinas LHK Sumut Yuliani Siregar dan OPD terkait lainnya. 

Hadir juga pimpinan BUMN dan BUMD Sumut, dekan dan tim pengembang TPST USU. ***