POJOKSATU.id – Arus balik Idulfitri 1447 Hijriah di Sumatera Utara (Sumut) menunjukkan tren menarik.
Transportasi laut kian menjadi pilihan utama masyarakat, terlihat dari lonjakan penumpang di Pelabuhan Belawan, Medan.
Puncak arus balik melalui jalur laut diperkirakan terjadi pada 27 Maret 2026, dengan kapal KM Kelud menjadi salah satu moda yang paling banyak diminati.
Kepala Cabang Medan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), Harianto Sembiring, mengungkapkan jumlah penumpang selama periode arus balik tahun ini diprediksi mencapai 12.000 orang.
“Saat ini sekitar 3.000 penumpang telah berangkat menggunakan KM Kelud, dan jumlahnya akan terus meningkat hingga puncak arus balik pada 27 Maret,” ujar Harianto, Rabu (25/3/2026).
Fenomena ini menunjukkan bahwa jalur laut masih menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat, khususnya untuk perjalanan antarwilayah di kawasan Sumatera.
Baca Juga: Usai Libur Lebaran, Diskominfo Medan Tancap Gas Kejar Inovasi
Menariknya, tingginya minat terhadap transportasi laut tidak hanya dipengaruhi faktor tradisi tahunan, tetapi juga pertimbangan efisiensi dan aksesibilitas bagi masyarakat di daerah kepulauan maupun pesisir.
Namun demikian, lonjakan penumpang juga membawa tantangan tersendiri, terutama potensi kepadatan di area pelabuhan.
Untuk itu, Pelni mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan matang, termasuk memesan tiket lebih awal melalui aplikasi resmi Pelni Mobile guna menghindari antrean panjang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memesan tiket terlebih dahulu agar tidak terjadi penumpukan di pelabuhan dan perjalanan tetap lancar,” kata Harianto.
Selain itu, penumpang juga diminta menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan.
Tingginya mobilitas saat arus balik berisiko menimbulkan kelelahan, terutama pada perjalanan jarak jauh.
Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap jalur laut, Pelni berharap seluruh proses arus balik Lebaran tahun ini dapat berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh penumpang.
Baca Juga: Pelaku Penembakan Rumah Rihanna Miliki Riwayat Gangguan Mental, Fakta Terbaru Lainnya Terungkap
Fenomena ini sekaligus menegaskan bahwa di tengah berbagai pilihan moda transportasi, kapal laut tetap memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat Indonesia. ***

