POJOKSATU.id - Skuat PSMS menatap laga pamungkas babak penyisihan Grup B Pegadaian Championship Musim 2025/2026 dengan optimisme tinggi.

Ya, tim kebanggaan Kota Medan ini mengusung tiga poin penuh saat berhadapan dengam Bekasi City di Stadion Utama, Sumatera Utara, Jumat, 30 Januari 2026.

PSMS tentu bukan hanya ingin menutup putaran II dengan kemenangan, namun juga menjaga asa berada dalam persaingan dengan tim papan atas Grup A.

Terlebih, usai menelan kekalahan dari Garudayaksa FC, pada pekan lalu dan posisi PSMS telah terlempar ke posisi enam.

Baca Juga: RTH Kota Bandung Baru 12,56 Persen, DPKP Klaim Kondisi Masih Terjaga

Pelatih PSMS Eko Purdjianto menekankan kesiapan timnya menjamu Bekasi City yang kini ada di posisi empat. Mengingat, evaluasi telah dilakukan usai kalah dari Garudayaksa, dan berharap tak terulang pada laga besok.

"Evaluasi hingga masalah kehilangan fokus di menit krusial sudah kami antisipasi. Secara kesiapan, semua pemain sudah siap berkontribusi penuh," tegas Eko, pada konferensi pers pre match, Kamis, 29 Januari 2026.

Pun demikian, menghadapi Bekasi City, tim berjuluk Ayam Kinantan itu dipastikan tampil tanpa pemain asingnya Vitor Barata. Ini lantaran yang bersangkutan masih dalam masa recovery.

Baca Juga: RIN Gelar Sosialisasi Seleksi Program Degree by Research Semester Ganjil 2026/2027 Besok!

"Hanya Barata yang tidak bisa tampil besok. Alhamdulillah kondisinya mulai membaik, tetapi dia masih butuh waktu untuk pulih sepenuhnya," jelasnya.

Meski tanpa Barata, Eko menyampaikan kabar gembira dengan hadirnya pemain lawas Antoni. Pemain baru PSMS ini sejatinya wajah lama, karena sempat memperkuat Ayam Kinantan pada 2018 lalu.

Usianya tak muda lagi, namun kehadiran Antoni diharapkan memberi angin segar dari sisi kematangan bermain di lapangan.

"Sore ini masih ada waktu untuk berlatih. Kita akan lihat nanti perkembangannya," sebut pelatih yang menggantikan Kas Hartadi ini.

Baca Juga: Harusnya Honeymoon Baru Dua Bulan Menikah, Boiyen Pesek Dikabarkan Gugat Cerai Sang Suami

Sementara itu, pemain PSMS, Risman Ariyanto Maring, pada kesempatan yang sama menegaskan kesiapan mental yang matang. Menurutnya, setiap hasil, menang atau kalah, telah menjadi bahan pembelajaran berharga.

"Saya dan teman-teman lain sudah siap. Evaluasi terus kami lakukan. Target kami jelas: tiga poin penuh," ungkapnya.

Sekadar memberitahu, Regulasi Pegadaian Championship musim ini menerapkan sistem triple round robin, di mana posisi akhir putaran kedua memiliki konsekuensi sangat besar.

Tim yang finis di posisi 1-5 akan mendapatkan keuntungan format "5 kandang dan 4 tandang" di putaran ketiga yang lebih ketat. Sebaliknya, tim peringkat 6-10 akan mendapat jadwal yang lebih berat: 4 kandang dan 5 tandang.

Baca Juga: Penjual Es Gabus Viral Akhirnya Ketemu Gubernur KDM, Ngaku Dipukuli Lima ‘Preman’ Saat Diintrogasi

Perbedaan satu poin dan satu peringkat ini bisa berarti perbedaan antara peluang yang terbuka lebar dan beban berat di fase selanjutnya.

Alhasil, PSMS tak punya kata lain selain menang melawan Bekasi City. Sembari, menanti hasil Persiaraja kontra PSPS (Sabtu, 31 Januari 2026).

Jika PSMS menang dan Persiraja seri atau kalah, maka PSMS berpeluang meloncat ke peringkat lima dengan mengandalkan keunggulan agregat head-to-head.

Saat ini, PSMS ada di posisi keenam dengan mengemas 23 poin dari 17 laga (6 menang, 5 seri dan 6 kalah). Persiraja di peringkat 5 dengan 24 poin (6 menang, 6 seri dan 5 kalah). ***