POJOKSATU.ID, TANJUNGBALAI - Warga Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut) heboh dengan penemuan bom militer peninggalan zaman penjajahan.
Adapun bom militer itu berjenis unexploded ordnance (UXO) yang ditemukan di wilayah Sungai Silau, Pantai Burung, Kota Tanjung Balai.
Personel Penjinak Bom (Jibom) Datasemen Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Sumut bergerak cepat mengamankan bom tersebut.
Baca Juga: UPDATE! Menu INFOGTK dan 2 Cara Mengetahui Kelulusan Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu
Komandan Satuan Brimob Polda Sumut Kombes Pol Rantau Isnur Eka memerintahkan pengerahan penjinak bom yang dipimpin Aiptu Bambang Sudirmanto.
Sebanyak tujuh personel bergerak ke lokasi untuk memastikan keamanan masyarakat di sekitar wilayah temuan bom.
Setelah dilakukan langkah pengamanan awal, Jibom Polda Sumut kemudian membawa bom militer tersebut ke Pulau Beswesen di Selat Tanjung Medan, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjung Balai.
Lokasi ini dipilih karena jaraknya yang cukup aman untuk proses penghancuran bom.
Baca Juga: Prediksi Skor dan Susunan Pemain Tottenham vs Newcastle, Spurs Diprediksi Kalah Tipis
Kegiatan ini berlangsung dengan pengawalan ketat dan melibatkan sinergi lintas instansi.
Turut hadir Danlanal Tanjung Balai, Dandenpomal Lanal Tanjung Balai, Danki 3B Tanjung Balai, Kasat Intel Polres Tanjung Balai, serta Tim INAFIS Polres Tanjung Balai.
Seluruh proses dilakukan dengan koordinasi yang matang untuk memastikan keselamatan warga dan personel yang bertugas.
Aiptu Bambang Sudirmanto menjelaskan, bom militer ini diduga peninggalan masa lalu dan masih aktif, sehingga menjadi langkah yang wajib dilakukan untuk mencegah potensi bahaya.
“Kami bekerja dengan sangat hati-hati dan sesuai standar operasi agar tidak ada insiden selama proses ini,” ungkapnya dikutip Jumat (3/1/2025).
Komandan Brimob Polda Sumut Kombes Pol Rantau Isnur Eka menyampaikan apresiasinya kepada seluruh personel yang terlibat.
“Sinergitas yang baik antara Brimob, TNI, dan Polri dalam operasi ini menunjukkan komitmen kita bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” katanya.
Dengan langkah cepat dan terukur ini, ancaman bom militer berhasil diatasi tanpa menimbulkan korban atau kerusakan.
Kronologi
Bom militer berjenis unexploded ordnance (UXO) yang ditemukan di wilayah Sungai Silau, Pantai Burung, Kota Tanjung Balai itu, diduga peninggalan zaman penjajahan.
Dalam keterangannya, Kapolres Tanjung Balai AKBP Yon Edi Winara mengatakan penemuan itu berawal saat warga tengah mencari besi di perairan Sungai Silau dengan menaiki sampan pada Rabu (1/1/2025).
Sampan itu dipasangi magnet yang diikat dengan tali dan dijatuhkan ke sungai.
Baca Juga: Langsung Cek! Ini Daftar 45 LPTK PPG Piloting 3 yang Sudah Keluar SKL
"Warga yang sedang mencari besi di perairan Sei Silau menaiki sampan dengan menggunakan magnet yang diikat dengan tali," kata Yon, dikutip Pojoksatu.id Jumat (3/1/2025).
Selang beberapa waktu, magnet yang dibuang ke sungai tersebut tidak bisa ditarik ke atas. Lalu, warga tersebut pun menyelam ke sungai dan menemukan bom itu.
"Warga tersebut menyelam dan menemukan benda yang diduga bom peninggalan zaman penjajahan," jelasnya.
Kemudian, warga membawa bom tersebut dan menyerahkannya ke personel TNI AL.
Pihak TNI AL lalu berkoordinasi dengan Polres Tanjungbalai untuk memusnahkan bom itu. Siang tadi, kata Yon, Tim Jibom Satbrimob Polda Sumut sudah memusnahkan bom itu. ***


